Ledakan di Gudang Tambang Batu di Sambit Ponorogo, Bangunan dan Truk Hancur

Ahmad Subekhi ยท Senin, 17 Februari 2020 - 22:01 WIB
Ledakan di Gudang Tambang Batu di Sambit Ponorogo, Bangunan dan Truk Hancur
Bangunan gudang penambangan batu di Dusun Banyugong, Desa Maguan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jatim, tampak hancur akibat ledakan yang terjadi, Senin (17/2/2020). (Foto: iNews/Ahmad Subekhi)

PONOROGO, iNews.idLedakan terjadi di gudang penambangan batu di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Kuatnya ledakan menyebabkan bangunan hancur tak bisa ditempati dan sebuah truk rusak parah. Namun, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa yang terjadi pada Minggu (16/2/2020) itu.

Hingga Senin (17/2/2020), polisi masih menyelikid penyebab ledakan. Dari pantaun iNews, rumah yang juga mes karyawan di lokasi penambangan batu di Dusun Banyugong, Desa Maguan, Kecamatan Sambit, Ponorogo ini hancur. Atap bangunan jebol dan dindingnya ambrol.

Sementara truk yang berada di dekat bangunan juga rusak parah, terutama di bagian depan. Penyebab ledakan diduga dari bubuk mesiu yang disimpan di dalam bangunan tersebut.

Salah seorang saksi mata di lokasi menyebutkan, ledakan terjadi saat kegiatan penambangan tutup. Sebagian karyawan mengisi aki untuk alat berat. Beberapa saat kemudian, terdengar ledakan kuat hingga bangunan jebol.

“Penyebab ledakan tidak tahu,” kata petugas keamanan tambang, Sumarni, Senin (17/2/2020).

Sumarni mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut. Mereka juga telah melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Sementara Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengatakan, kasus ledakan itu masih diselidiki. Polisi memastikan sumber ledakan, apakah dari aki atau ledakan mesiu. Sebab, penambangan ini menggunakan bubuk mesiu untuk meledakkan bukit sebelum ditambang.

Sejumlah saksi masih dimintai keterangan. Polisi juga menyelidiki asal muasal bubuk mesiu yang digunakan untuk meledakkan lokasi penambangan.

“Masih proses penyelidikan, faktor penyebab ledakan dari apa. Kami sudah melakukan olah TKP dari kemarin sehingga jelas penyebabnya apa. Kami akan upayakan secepatnya mengungkap hal inia,” katanya.


Editor : Maria Christina