Larangan Atribut Natal di MOG Malang, Wali Kota: Tidak Ada Sweeping

Deni Irwansyah, Antara ยท Selasa, 26 November 2019 - 23:30 WIB
Larangan Atribut Natal di MOG Malang, Wali Kota: Tidak Ada Sweeping
Hiasan Natal di Mall Olympic Garden Kota Malang menyambut perayaan Natal 2019. (Foto: iNews/Deni Irwansyah)

MALANG, iNews.id - Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan tidak ada aksi sweeping oleh organisasi masyarakat (ormas) di pusat-pusat perbelanjaan terkait penggunaan atribut bertema Natal di wilayah Kota Malang, Jawa Timur.

Pernyataan itu diungkapkan Sutiaji menyusul viralnya surat edaran dari manajemen Mall Olympic Garden (MOG) yang melarang seluruh tenant menggunakan atribut Natal karena khawatir ada sweeping.

“Tidak ada sweeping, tidak usah membesar-besarkan itu. Kami jamin, selama ini kehidupan antarumat beragama di Kota Malang rukun," kata Sutiaji, di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (26/11/2019).

Menurut Sutiaji, selama ini tidak pernah ada aksi sweeping dari kelompok ormas tertentu, khususnya pada saat memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru di kota terbesar kedua di Jawa Timur tersebut.

“Selama ini apakah ada sweeping, tidak ada. Ini saya bantah sebagai wali kota, bahwa tidak pernah ada sweeping," kata Sutiaji.

Dia menambahkan, warga Kota Malang merupakan warga yang toleran dan menjaga kerukunan antar umat beragama, sehingga imbauan yang dikeluarkan pengelola pusat perbelanjaan tersebut merupakan kebijakan internal pengelola.

Diketahui, pusat perbelanjaan di Kota Malang, MOG melarang para pemilik toko atau penyewa tenant untuk tidak menggunakan atribut Natal yang jatuh pada 25 Desember viral di media sosial.

Surat imbauan bernomor 243/TR/MOG/EX/XI/2019 yang yang dikeluarkan pada 25 November 2019 tersebut, beredar luas melalui akun Facebook dan aplikasi perpesanan WhatsApp.

Surat tersebut ditandatangani oleh Leasing Executive PT Mustika Taman Olympic (Managemen MOG) Peptina Magdalena. Pihak MOG menyatakan dikeluarkannya surat tersebut dikarenakan pernah terjadi aksi sweeping yang dilakukan ormas tertentu.

Namun, hal tersebut telah dibantah oleh Wali Kota Malang.Setelah beredarnya surat tersebut di dunia maya, pihak Manajemen MOG akhirnya mengeluarkan klarifikasi, dengan mengeluarkan surat pada 26 November 2019.

Dalam surat klarifikasi bernomor 10/HRD/MOG/XI/2019 tersebut, berisi penjelasan bahwa surat sebelumnya dimaksudkan untuk mengimbau pemilik atau penyewa unit agar tidak memaksakan karyawan mereka untuk mengenakan atribut Natal.

Selain itu, dalam surat klarifikasi itu menyebutkan bahwa surat sebelumnya dibuat dengan tujuan untuk menjunjung penghormatan dan toleransi antaragama.

Tenant Relation MOG Malang, Peptina Magdalena mengakui, respons yang muncul dari tenant pun beragam terkait surat edaran itu. “Ada juga tenant yang menanyakan langsung pada manajemen terkait isi surat edaran tersebut,” katanya, Selasa (26/11/2019).

Dia menegaskan, Manajemen MOG tetap menghormati perayaan Natal, bahkan hiasan perayaan Natal sudah terpasang, seperti pohon Natal di pintu masuk. Hiasan lainnya seperti sinterklas, serta dekorasi juga ada di setiap lantai mal.


Editor : Kastolani Marzuki