Kisah Wulanjar, Gadis Rasa Janda yang Diatur dalam Hukum Kerajaan Majapahit

Avirista Midaada ยท Minggu, 27 November 2022 - 07:27:00 WIB
Kisah Wulanjar, Gadis Rasa Janda yang Diatur dalam Hukum Kerajaan Majapahit
Pernikahan diatur ketat di masa Majapahit. (ilustrasi).

SURABAYA, iNews.id - Perwakinan atau pernikahan diatur sangat ketat di masa Kerajaan Majapahit. Satu di antaranya wulanjar, gadis yang dicap sebagai janda karena tak kunjung dinikahi setelah lima bulan menerima lamaran. 

Ketatnya hukum pernikahan tercermin pada kitab perundang-undangan Kerajaan Majapahit yang membahas hukuman yang diterima calon mempelai, baik laki-laki maupun perempuan. 

Bab hukum mengenai pengaturan pernikahan secara garis besar dibagi menjadi dua di Kerajaan Majapahit. Aturan itu tertera dalam kitab Kakawin Negarakertagama, dimana ada dua bab yang menjelaskan khusus mengenai mahar atau bab tukon pada pasal 167, 171, dan 173.

Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", mengungkapkan adanya bab khusus yang membahas mengenai pernikahan yakni pada Pasal 180, 181, dan 182. Pengaturan itu menjadi salah satu hal yang diperhatikan betul oleh Kerajaan Majapahit. 

Pada bab tukon atau mahar, dijelaskan, jika seorang gadis telah menerima barang yang dimaksud sebagai tukon atau mahar. Kemudian kawin dengan laki-laki lain, karena menaruh cinta kepada laki-laki itu. Sementara orang tua gadis tersebut tinggal diam, bahkan malah merestui pernikahannya. Maka perbuatan itu disebut mengawinkan gadis larangan. 

Segala tukon pelamar pertama harus dikembalikan lipat dua. Sedangkan bapak si gadis itu dikenakan denda empat laksa oleh raja yang berkuasa. 

Hal ini disebut amadal tukon, atau membatalkan tukon. Sedangkan suami istri yang menikah, masing-masing dikenakan denda empat laksa oleh raja yang berkuasa, sebagaimana diatur pada Pasal 167.

Sementara di kasus lain jika ada seorang pemuda yang memberikan peningset atau pengikat kepada seorang gadis dengan diketahui oleh orang banyak. Namun, setelah lima bulan lamanya pernikahan belum dilangsungkan, maka pemuda itu tidak mempunyai hak atas pengikat itu.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: