Kisah Kerajaan Majapahit Bangun Bendungan hingga Jembatan untuk  Kemajuan Pertanian Rakyat

Avirista Midaada · Minggu, 04 September 2022 - 05:55:00 WIB
Kisah Kerajaan Majapahit Bangun Bendungan hingga Jembatan untuk  Kemajuan Pertanian Rakyat
Candi peninggalan Kerajaan Majapahit (Foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Kerajaan Majapahit masa pemerintahan Raden Wijaya dikisahkan kerap membangun bendungan hingga jembatan. Rupanya, langkah tersebut untuk kemajuan rakyat yang sebagian besar mengandalkan hasil bumi dan kekayaan alam nusantara yang melimpah. 

Para penguasa di Majapahit betul-betul memperhatikan hasil pertanian yang menjadi hajat hidup orang banyak. Bahkan mayoritas rakyat Majapahit adalah petani yang mengandalkan penghasilan dari hasil bumi. 

Kakawin Negarakertagama pupuh 82 sebagaimana dijelaskan Prof. Slamet Muljana, pada bukunya "Tafsir Sejarah Negara Kretagama" menguatkan bagaimana pertanian menjadi tumpuan hidup rakyat. Di Kakawin Negarakertagama pula diterangkan ada beberapa penguasa di daerah Majapahit yang membuka hutan untuk pertanian. 

Raja Kertawardhana yang tak lain adalah ayah dari Hayam Wuruk misalnya, ia dikisahkan sempat membuka hutan di Sagala, jangan ketinggalan Raja Wijayarajasa dari Wengker yang membuka hutan di Surabana, Pasuruan, dan Pajang, sedangkan Dyah Hayam Wuruk menebangi hutan di Watsara dekat Tigawangi untuk dijadikan ladang dan sawah. 

Bahkan demi mempertahankan ketahanan pangan di ladang dan persawahan rakyatnya, piagam Kandangan tahun 1350 mencatat pembangunan bendungan di daerah Kusmala oleh demung Martabun dan Rangga Sapu atas perintah Raja Wijayarajasa. Tak hanya itu akses pembangunan jembatan juga menjadi prioritas di wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit. 

Tujuannya menyediakan perairan demi kepentingan pertanian. Kesibukan masyarakat desa dipusatkan pada pertanian dan peternakan. Hasilnya diperuntukkan untuk mencukupi kebutuhan makanan rakyat desa, sebagian sisanya dibawa ke kota, dan kelebihannya dijual di pasar.

Editor : Nani Suherni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: