Kisah Kemunculan Cahaya Terang Melesat dari Makam Bung Karno Menuju Candi Penataran

Solichan Arif · Senin, 11 Oktober 2021 - 13:48:00 WIB
Kisah Kemunculan Cahaya Terang Melesat dari Makam Bung Karno Menuju Candi Penataran
Fatmawati bersama Guntur dan istrinya saat berada di Makam Bung Karno. (Foto: Repro)

SURABAYA, iNews.id - Seberkas cahaya terang muncul dari makam Sang Proklamator Soekarno, Presiden pertama Indonesia di Kota Blitar. Melalui tatapan mata batinnya, Baby Huwae menyaksikan fenomena ganjil itu.

Baby Huwae merupakan seorang bintang film ternama pada medio 1960-an. Namanya ketika itu banyak dikenal publik tanah air.

Namun Bung Karno lebih suka memanggilnya Lokita. Lokita Purnamasari dan Baby menyukainya. Sejak itu, nama pemberian Bung Karno tersebut dia pakai sebagai nama barunya.

Di malam tahun 1978. Cahaya itu muncul saat Baby berziarah ke makam Bung Karno.

Baby ketika itu bergegas datang ke Blitar setelah mendapat kabar makam Bung Karno akan dipugar. Proyek pemugaran langsung ditangani pemerintah pusat yang informasinya disampaikan resmi oleh Ali Moertopo, tangan kanan Presiden Soeharto,

Pada tanggal 24 Januari 1978, di tengah perayaaan HUT Partai Demokrasi Indonesia di Gedung Gelora Manahan Solo, Letjen Ali Moertopo dalam sambutannya mengatakan makam Bung Karno akan dipugar.

Makam yang baru berusia sewindu (8 rahung). Rencana sekaligus pertanggungjawaban proyek pemugaran langsung datang dari Soeharto sebagai Presiden maupun pribadi. 

Begitu melihat cahaya yang keluar dari pusara Bung Karno, Baby sontak terpana. Entah pulung atau ndaru, cahaya yang posisinya terbang itu tiba-tiba melesat ke arah Candi Penataran. Sebuah candi terbesar di Jawa Timur yang berada di wilayah Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Lokasinya sebelah Utara Makam Bung Karno. 

"Alamat atau firasat apa gerangan ini?," kata Baby bertanya dalam hati seperti dikisahkan Andjar Any dalam 'Misteri Mistik Bung Karno' dikutip Senin (11/10/2021).

Di lingkungan pergaulannya, Baby memang dikenal memiliki kemampuan metafisika. Baginya, pengalaman ganjil itu bukan yang pertama kalinya. 

Pernah suatu ketika Baby berada di Istana Mangkunegaran Solo. Tiba-tiba batinnya menangkap suasana perkabungan, situasi duka. Apa yang dia rasakan kemudian memperoleh jawaban. Tidak lama kemudian Gusti Puteri Mangkunegoro wafat. 

Sementara usai menyaksikan cahaya terang yang meninggalkan makam Bung Karno, hati Baby mendadak sedih. Rasa duka yang datang tiba-tiba tanpa dia tahu sebabnya.

Editor : Donald Karouw

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: