Kisah Kematian Sultan Agung yang Diiringi Gelegar Suara Letusan Gunung Merapi

Avirista Midaada · Jumat, 07 Januari 2022 - 16:42:00 WIB
Kisah Kematian Sultan Agung yang Diiringi Gelegar Suara Letusan Gunung Merapi
Suara menggelar Gunung Merapi iringi kepergian Sultan Agung. (ilustrasi).

SURABAYA, iNews.id - Kematian Raja Mataram Sultan Agung meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan seluruh masyarakat. Bahkan, alam pun ikut bersedih, yang ditandai dengan letusan Gunung Merapi dengan suara menggelegar. 

Sultan Agung mangkat akibat sakit keras. Saat itu Sultan Agung ditunggu seluruh anggota keluarga dan kerabat, termasuk anaknya. 

Sebagaimana dikisahkan dari buku "Babad Tanah Jawi" tulisan WL Olthof, saat itu Sultan Agung memiliki dua orang putra yang tertua bernama Adipati Arya Mataram, yang sudah menikah dengan putri Pangeran Pekik di Surabaya. Putra kedua bernama Raden Mas Alit atau Pangeran Danu Paya. 

Sebelum meninggal dunia, Sultan Agung berpesan untuk meneruskan takhta Mataram ke tangan anak tertuanya, Pangeran Adipati Arya Mataram. Tak berselang lama, Sultan Agung wafat. Suara tangisan menggema di dalam istana Mataram. 

Bahkan tanda-tanda alam juga turut menjadi bukti dunia ikut berduka cita, melepas kepergian Sultan Agung. Gunung Merapi yang merupakan tempat penting bagi Mataram kala itu, menggelegar suaranya, bercampur dengan suara ampuhan di angkasa. Jenazah Sultan Agung disucikan dan disalatkan, lalu disemayamkan di Imogiri dengan sengkalan tahun 1578.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: