Kisah Kakek Sabar, Sukses Antarkan 3 Putranya Jadi Guru dan TNI dari Jualan Wayang Keliling 

Avirista Midaada · Selasa, 09 Agustus 2022 - 21:00:00 WIB
Kisah Kakek Sabar, Sukses Antarkan 3 Putranya Jadi Guru dan TNI dari Jualan Wayang Keliling 
Sabar (75), kakek pedagang wayang keliling di Kota Malang. (Foto: MPI/Avirista Midaada)

MALANG, iNews.id - Seorang kakek penjual wayang keliling sukses mengantarkan tiga anaknya lulus hingga perguruan tinggi. Bahkan, satu di antaranya menjadi anggota TNI Angkatan Darat (AD). 

Sang kakek bersyukur, jerih payahnya berkeliling menjajakan wayang membuahkan hasil manis, sehingga ketiga anaknya sukses meraih mimpi yang dicita-citakan. Sampai saat ini sang kakek tetap bersemangat berjualan, kendati harus berjalan menjajakan dagangan wayangnya. 

Kakek Sabar namanya. Laki-laki 75 tahun asal Purwantoro, Wonogiri ini setiap hari menyusuri jalanan protokol di Kota Malang untuk berjualan wayang yang dibuatnya sendiri.

Sejumlah area jalan seperti Jalan Semeru, Jalan Bromo, Jalan Ijen, hingga Jalan Kawi, kerap dilintasi oleh Sabar. Terik matahari tak menghalangi kakek yang tinggal di Kelurahan Tanjungrejo, Sukun, Kota Malang. Dia bersyukur, hasil jerih payahnya jualan wayang keliling mampu mengantarkan tiga putranya menjadi tentara dan guru.

Menurutnya, dia awal mula merantau ke Malang pada tahun 1961. Saat itu ia datang ke Malang untuk berjualan mainan anak-anak, yang digelutinya hingga tahun 1969. Tetapi, ia beralih berjualan wayang karena mulai sepinya omzet penjualan mainan anak-anak.

"Saya belajar bikin wayang diajari ayah saya. Bahannya dari karton dan kulit. Beliau dulu seorang dalang. Ternyata saat itu peminat wayang lumayan bagus, jadi saya teruskan," ujar Sabar ditemui MNC Portal pada Selasa (9/8/2022).

Setelah beralih berjualan wayang hal itu berbuah manis. Pendapatannya melonjak tajam karena lebih banyak peminatnya, bahkan sehari-harinya ia bisa mendapatkan penghasilan Rp500.000 untuk berjualan wayang.

"Satu wayang dijual mulai harga Rp35.000 untuk bahan karton dan Rp500.000 untuk bahan kulit. Kalau pendapatannya bisa bertambah ketika ada event keramaian atau pertunjukan seni," katanya.

Sabar menuturkan, pernah suatu ketika ia meraup pendapatan hingga Rp3 juta dalam satu malam saja. Hasil itu didapat saat ada pertunjukan seni yang berimbas pada meningkatnya omzet penjualannya.

"Uangnya sebagian untuk biaya hidup, juga untuk anak, cucu dan istri," ujar kakek dengan enam orang cucu ini.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: