Kisah Pendakwah Jemaah Islamiyah, Tobat Usai Dengar Ceramah Gus Baha dan Ust Adi Hidayat

Lukman Hakim · Selasa, 09 Agustus 2022 - 08:44:00 WIB
Kisah Pendakwah Jemaah Islamiyah, Tobat Usai Dengar Ceramah Gus Baha dan Ust Adi Hidayat
Manjan pendakwah JI, Nur Asorullah, bertobat usai dengar ceramah Gus Baha. (Foto: Sindonews/Lukman Hakim).

SURABAYA, iNews.id - Sebanyak 15 anggota Jemaah Islamiyah (JI) mengucapkan Ikrar Kesetiaan kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Satu di antara mereka mengaku sadar dan bertobat setelah mendengarkan ceramahnya KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha dan Ust Adi Hidayat. 

Pengakuan itu seperti disampaikan Nur Asorullah. Dia membagikan kisahnya bergabung dengan organisasi yang sekarang dicap organisasi teroris tersebut. 

Pria yang berusia 45 tahun ini mengaku ikut JI karena sejak kecil mendapat pendidikan di pesantren yang mengusung ajaran JI. Pesantren tersebut berada di luar Surabaya.  "Waktu itu, sekitar pertengahan tahun 2000, saya bergabung dengan JI. Saya dibaiat di Kota Surabaya," katanya. 

Nur mengaku tidak pernah mendapatkan pilihan pendidikan lain selain dari pesantren. Hal ini, kata dia, yang membuatnya memiliki pandangan sempit mengenai kebangsaan dan kehidupan bernegara.  Ketika sudah bergabung di JI, Nur dipercaya menjadi pendakwah atau penceramah. "Saya tidak diajak untuk jihad tapi hanya ditugaskan sebagai penceramah," ujarnya.

Ketika berceramah, Nur menyiarkan ajaran Islam sesuai paham yang dianut oleh JI. "Wilayah saya berdakwah di luar Surabaya, seperti Bojonegoro. Biasanya saya akan minta izin dulu pada takmir masjid setempat untuk berdakwah. Ada yang diizinkan dan ada juga yang menolak," ujarnya.

Lambat laun, pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani cabai dan bawang di Bojonegoro ini sadar kalau organisasi yang diikutinya itu menanamkan ajaran yang keliru. Ini terjadi sejak 2 tahun terakhir. Itupun setelah dirinya mendengar sejumlah ceramah ulama kondang seperti Ustaz Adi Hidaya, Gus Baha hingga Buya Yahya. 

"Saya banyak mendengar pengajiannya mereka lewat YouTube. Mendengarnya itu adem. Akhirnya saya memantapkan diri untuk menjadi warga negara yang baik dan bertoleransi antar umat beragama," katanya.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: