Khutbah Jumat Terbaru 2022 tentang Cinta Tanah Air Bagian dari Iman

Kastolani · Kamis, 18 Agustus 2022 - 21:52:00 WIB
Khutbah Jumat Terbaru 2022 tentang Cinta Tanah Air Bagian dari Iman
Muslim melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Sebagai muslim sejati sudah selayaknya mencintai Tanah Air yang merupakan bagian dari iman. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Khutbah Jumat terbaru 2022 tentang Cinta Tanah Air bagian dari Iman. Bangsa Indonesia baru saja memeringati HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Kemerdekaan yang diraih tersebut tidak lepas dari perjuangan tanpa pamrih para pejuang dan pendahulu bangsa. Para kiai dan santri pun tak kalah sengitnya ikut memerangi para penjajah.

Dengan slogan Cinta Tanah Air bagian dari Iman, para kiai dan santri bersama para pejuang lainnya berjuang fii sabiilillah demi meraih kemerdekaan yang dicita-citakan.

Berikut teks Khutbah Jumat terbaru 2022 tentang CInta Tanah Air bagian dari Iman, dilansir dari laman tebuireng:

الْحَمْدُ لِلهِ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ اَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّابَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَي اللهِ، اِتَّقُوْ اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Haqqo tuqotihi, dengan sebenar-benar takwa. Dalam artian menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Dan janganlah sekali-kali kita meninggalkan dunia ini, kecuali dalam keadaan beragama Islam dan khusnul khatimah.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Baru saja kita, Bangsa Indonesia, merayakan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Usia 77 tahun seandainya dikonversi menjadi umur manusia, tentu umur sudah lebih dari cukup, untuk menentukan manusia itu baik atau tidak baik.

Karena, batasan umur manusia itu empat puluh tahun. Kalau dia sudah melewati umur empat puluh tahun, maka sudah bisa dilihat. Sukses tidaknya, baik tidaknya. Demikian pula tentu umur suatu bangsa.

Sesungguhnya itu adalah umur yang cukup untuk menjadikan Indonesia ini baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Negeri yang aman, sejahtera, yang damai, dan dilimpah maghfiroh oleh Allah SWT. Tapi, barangkali kenyataan masih belum sesuai dengan harapan. Ya tetap harus berproses.

Editor : Kastolani Marzuki

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: