Khutbah Jumat Singkat tentang Ghibah dan Bahayanya bagi Peradaban Manusia

Kastolani · Kamis, 25 Agustus 2022 - 21:43:00 WIB
Khutbah Jumat Singkat tentang Ghibah dan Bahayanya bagi Peradaban Manusia
Khutbah Jumat singkat tentang ghibah yang bisa berakibat rusaknya amal dan memecah persaudaraan. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Khutbah Jumat singkat tentang Ghibah berikut ini bisa menjadi bahan introspeksi bagi Muslim mengenai bahayanya salah satu penyakit hati ini.

Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing yaitu perbuatan atau tindakan yang membicarakan aib orang lain. Pada zaman modern ini, dengan berbagai macam alat informasi yang semakin canggih, perbuatan ghibah pun dikemas sedemikian manisnya.

Islam melarang perbuatan ini untuk dilakukan, karena kalaupun informasi atau berita yang dilontarkan itu benar, tetap akan menyakiti
hati orang lain. Apalagi kalau berita itu salah, bisa menimbulkan fitnah.

Karenanya, sudah menjadi keharusan bagi tiap Muslim untuk menjaga diri dan menjauhi perbuatan ghibah yang bisa merusak semua amal ibadah.

Berikut teks Khutbah Jumat singkat tentang Ghibah

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْن . اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ، يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin jamaah jumat yang dimuliakan Allah.

Marilah kita bersyukur kehadirat Allah yang selalu memberikan limpahan karunia inayah dan hidayah sehingga kita masib tetap dalam ubudiyah kehadiratNya. Dan marilah bermunajat semoga kita ditetapkan menjadi hamba yang memiliki haul dan quwwah dari-Nya untuk bertaqwa, memiliki kesadaran utuh bahwa ketaatan kehadirat Allah dan menjauhi larangan-larangan Nya salah satunya berbuat ghibah karena akan merugikan kita di daroin.

Hadirin yang dimuliakan Allah

Marilah kita ingat larangan Allah SWT untuk tidak berburuk sangka dan mencari kesalahan-kesalahan orang lain, sebagaimana firman Allah dalam surah Al Hujurat Ayat 12:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang mengunjing sebagian yang lain. apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (Q.S Al-Hujarat:12)

Penjelasan tersebut menegaskan larangan mengunjing (ghibah) antar sesama. Bahkan dalam firman Allah tersebut, mengunjing diumpamakan seperti halnya memakan bangkai daging saudaranya. Karena segala bentuk kejelekan yang terdapat diantara sesama makhluknya itu merupakan sesuatu yang sangat menjijikakn yang tak perlu dibicarakan hingga ke ujung-ujungnya dengan lisan yang sungguh terlalu indah untuk membahas yang seharusnya dikubur dalam-dalam agar tidak terdengar dan menyebar ke mana-mana baunya kejelekan tersebut.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: