Khofifah Ingin Bangun Shelter bagi Buruh Migran di Hongkong

Ihya Ulumuddin · Selasa, 27 November 2018 - 03:21:00 WIB
Khofifah Ingin Bangun Shelter bagi Buruh Migran di Hongkong
Gubernur Jatim Terpilih Khofifah Indar Parawansa bertemu ribuan buruh migran di Hongkong, Senin (26/11/2018). (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) terpilih periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa ingin membangun shelter untuk buruh migran Indonesia (BMI) di Hong Kong. Harapan itu disampaikan Khofifah saat bertemu dan berdialog dengan para BMI di Quarry, Hong Kong, Senin (26/11/2018).

Dalam forum itu, Khofifah berdialog bersama sejumlah tenaga migran yang banyak datang dari wilayah Jatim. Terutama daerah Mataraman, Malang, serta BMI dari beberapa wilayah lainnya di Indonesia. Mereka banyak menyampaikan keluhannya selama menjadi tenaga migran di Hongkong.

Khofifah mengatakan, dibanding negara lain, tenaga migran di Hong Kong jauh lebih baik. Mereka mendapat sejumlah fasilitas menguntungkan, seperti jatah libur sehari dalam seminggu, kenaikan gaji 100 dolar hong kong per tahun dan aturan setiap lima tahun mendapat bonus yang cukup besar.

Sayangnya, kebijakan kerap berdampak negatif, di antaranya banyaknya pemutusan kerja sepihak oleh user. Umumnya hal itu dilakukan bagi tenaga migran yang sudah bekerja di atas lima tahun.

"Tiba-tiba tengah malam diputus kerja, disuruh mengambil semua barang-barangnya saat itu juga. Nah yang semacam ini kan ya kasihan. Saat ini shelter atas nama Pemprov Jatim belum ada. Maka itu saya ingin membuat shelter itu di Hong Kong," kata Ketua PP Muslimat NU tersebut.

Kalaupun ada Konsulat Jenderal Republik Indonesia, tidak semua bisa memiliki akses lansung, terutama saat terjadi masalah pada migran. Selama ini, para pekerja migran cukup banyak yang meminta bantuan Muslimat NU Hongkong soal kasus yang menimpa mereka.

"Mereka ingin agar shelter ini bukan hanya mengadvokasi saat ada masalah. Tapi juga komunikasi dengan keluarganya. Karena itu kebutuhan akan adanya shelter ini cukup mendesak," ucapnya.

Tak hanya shelter, ke depan juga akan diberikan bekal keterampilan bagi para BMI. Sebab, banyak di antara para pekerja migran yang membutuhkan pelatihan skill. Mulai kursus salon, komputer, menjahit, bekam, memijat. Keterampilan ini dibutuhkan untuk antarsesama buruh migran.

"Jadi nanti kami akan ada konselor di-shelternya untuk memberikan bekal skill. Saya tadi sedang tanya-tanya di mana lokasi yang cocok untuk pendirian shelter ini," tuturnya.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: