get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Penculikan Anak di Bandung Barat, Remaja Bawa Kabur Siswi SMP 5 Hari

Kekerasan Seksual Anak di Jatim Memprihatinkan, Ini Upaya Pencegahannya

Minggu, 06 Februari 2022 - 12:35:00 WIB
Kekerasan Seksual Anak di Jatim Memprihatinkan, Ini Upaya Pencegahannya
Anggota Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih. (istimewa).

MALANG, iNews.id - Kasus kekerasan seksual anak di Jawa Timur (Jatim) kian memprihatinkan. Selain jumlahnya yang cukup banyak, tingkat kualitas kekerasan seksual juga semakin parah. 

Pada beberapa kasus, anak yang menjadi korban pemerkosaan atau pencabulan juga dianiaya dan dibunuh. Bahkan tak jarang yang diekspose di media sosial, sehingga menimbulkan trauma luar biasa bagi korban. 

Berdasarkan data Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Jatim, jumlah kasus kekerasan seksual anak pada tahun 2021 mencapai 752 kasus. Jenis kekerasan ini lebih dominan dibanding bentuk kekerasan anak lainnya, seperti kekerasan psikis 721 kasus, fisik 717 kasus, penelantaran 217 kasus, trafficking 32 kasus dan eksploitasi 35 kasus. 

Sementara tempat terjadinya kekerasan juga beragam. Paling tinggi di lingkungan rumah tangga sebanyak 1.111 kasus, disusul fasilitas umum 235 kasus, 45 kasus di sekolah, 19 kasus di tempat kerja, 13 kasus di tempat diklat dan 509 kasus tempat lain.

Pemerhati Perempuan dan Anak Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan, saat ini situasinya memang sangat buruk. Pengaruh media sosial juga tidak bisa dihindari, sehingga menyebabkan kasus kekerasan seksual terjadi. 

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan 85 persen pengguna internet di Indonesia yakni kalangan muda. Namun, dari jumlah tersebut, sebanyak 90 persennya memanfaatkan internet dengan tidak bijak.

Hikmah mengatakan, kasus kekerasan seksual di tempat mana pun luar biasa banyak, termasuk lembaga pendidikan berbasis agama, seperti pesantren. Hal itu sangat disayangkan, sebab lembaga pendidikan agama yang seharusnya paham akibat kejadian tersebut malah menjadi circle yang sebaliknya.

"Sebenarnya tidak di pesantren saja. Di luar pesantren jauh lebih banyak," kata Anggota Komisi E DPRD Jatim saat serap aspirasi di Malang, Minggu (6/2/2022). 

Karena itu pihaknya ingin melakukan mitigasi dan merespons lebih dini agar pesantren dan LKSA memiliki kesamaan prespektif tentang sistem pendidikan yang ramah anak. Menurutnya, kesadaran akan bahaya tindak kekerasan seksual pada anak harus terus dibangun semua pihak, khususnya bagi para tenaga pendidik. 

"Kami arahkan tidak hanya soal kekerasan seksual, tetapi juga kebencanaan, sehingga muncul pesantren yang tangguh bencana yang sehat. Jadi spektrumnya lebih luas," ujar mantan aktivis PMII ini. 

Hikmah juga mengatakan ada beberapa faktor yang memicu terjadinya kekerasan seksual pada anak. Faktor tersebut meliputi diri pribadi anak, lingkungan keluarga maupun masyarakat, termasuk pola pergaulan yang kurang sehat turut menjadi penyebab utama kekerasan seksual terjadi.

Karenanya upaya pencegahan harus lebih dimasifkan. Khusus untuk orang tua, Hikmah juga berharap agar mereka bisa menjadi panglima bagi anak-anaknya. Jangan sampai orang tua kalah dengan anak-anak dengan menganggap mereka sebagai gelas yang mudah pecah, sehingga harus dilayani 100 persen. 

Ketua Perempuan Bangsa Jatim ini menyebutkan, banyaknya kasus anak bunuh diri merupakan contoh anak-anak yang rapuh. Anak-anak tidak punya daya untuk mengatasi psikisnya sendiri, belum lagi tamparan dari luar. Semua itu kata dia akibat pola pengasuhan yang keliru. 

"Jangan disalahkan medsosnya. Medsosnya tidak akan berdampak buruk kalau pola pengasuhannya benar," katanya. 

Kendati demikian, Hikmah optimistis kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak dapat ditekan. Syaratnya, ada keterbukaan terhadap korban untuk melapor. Selain itu melakukan pencegahan dengan kampanye aktif serta memberikan pendampingan komprehensif terhadap para korban.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut