Kasus Chikungunya di Kediri Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Solichan Arif ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 21:30 WIB
Kasus Chikungunya di Kediri Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi nyamuk. (Foto: Ist)

KEDIRI, iNews.id - Kasus chikungunya di Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim), meningkat di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, sebanyak 128 warga menderita penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti itu.

Terhitung sejak awal tahun 2020, angka kasus chikungunya yang terjadi di bulan Juni tersebut merupakan yang tertinggi.

"Paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Mojoroto sebanyak 88 orang," ujar Direktur RSUD Gambiran, Kota Kediri, Fauzan Adima di Kediri, Kamis (25/6/2020).

Fauzan mengatakan, sejak Januari-Juni 2020 jumlah kasus chikungunya di Kota Kediri mencapai 191. Sebanyak 23 orang di antaranya dirawat di Puskesmas Campurejo, 65 orang di Puskesmas Sukorame, dan 40 orang di Puskesmas Pesantren.

"Jumlah ini meningkat tajam dari bulan sebelumnya Mei, sebanyak 17 orang," kata Fauzan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Gigitan nyamuk penyebab chikungunya ini memunculkan gejala klinis demam, sakit kepala, nyeri sendi, dan otot, serta ruam. Gejala ini berlangsung satu hingga dua minggu. "Masa inkubasinya 1-12 hari," ujar Fauzan.

Sementara untuk kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Kediri cenderung kecil. Jumlah kasus terhitung Januari-Mei sebanyak 100, yang tersebar di wilayah Kecamatan Mojoroto, Kota, dan Pesantren.

"Angka kasus tertinggi di bulan Maret 30 kasus. Pada bulan Mei turun 15 kasus," ujar Fauzan.

Dalam kesempatan itu Fauzan juga menjelaskan, nyamuk aedes aegyptie biasanya menyerang manusia pada pukul 10.00 WIB-12.00 WIB. Dalam beberapa kasus, nyamuk ini menyerang pukul 16.00 WIB-17.00 WIB, atau sebelum maghrib.

"Penyakit DBD memiliki masa inkubasi selama tiga hingga tujuh hari dengan durasi penyakit empat hingga tujuh minggu," ujarnya.

Untuk menghindari gigitan nyamuk tersebut, penting untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama di masa pandemi Covid-19. "Selain untuk kebersihan diri demi mencegah penyebaran virus corona, ini juga mengantisipasi gigitan nyamuk," ujar Fauzan.


Editor : Maria Christina