Kapal Pesiar Norwegia Sandar di Surabaya, Ini Langkah Risma Antisipasi Virus Korona

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 04 Maret 2020 - 20:00 WIB
Kapal Pesiar Norwegia Sandar di Surabaya, Ini Langkah Risma Antisipasi Virus Korona
Kedatangan kapal pesiar di Gapura Surya, Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) melakukan berbagai persiapan, menyambut kedatangan kapal pesiar Viking Sun di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (6/3/2020) mendatang. Persiapan itu menyangkut antisipasi penyebaran virus korona dari awak maupun penumpang kapal.

Kapal berbendera Norwegia tersebut mengangkut sekitar 1.300 orang. Mayoritas dari Australia dan London. Mereka dijadwalkan akan melakukan perjalanan wisata ke sejumlah destinasi di Surabaya.

"Jadi sebelum mereka (penumpang kapal pesiar) mendarat, akan ada pemeriksaan semuanya secara menyeluruh," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Rabu (4/3/2020).

Risma juga memastikan telah menyiapkan peralatan-peralatan beserta Satgas Kesehatan yang bertugas memeriksa seluruh penumpang kapal pesiar yang turun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Kita juga siapkan peralatan-peralatan di pelabuhan. Kalau misalkan ada indikasi, maka langsung tidak bisa turun. Tapi kalau tidak ada apa-apa, ya tidak apa-apa," katanya.

Menurutnya, Satgas Kesehatan ini telah lama terbentuk saat dia membuat surat edaran ke warga beberapa waktu lalu.

"Kita sudah bentuk Satgas saat saya buat edaran ke warga. Jadi tidak hanya RS milik pemerintah, tapi seluruh RS yang ada di Surabaya siap menangani," katanya.

Dia juga menjelaskan sebelum bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, kapal pesiar itu akan bersandar dulu di Pulau Karangjamuang. Di pulau itu, akan ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

"Begitu ada panas dan gejala (virus korona), maka kapal tidak jadi mendarat. Ada tim di sana dan itu bukan dari kami, tapi kami terus konsultasikan dengan Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi. Kita tidak boleh menolak jika tidak ada gejala," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan, selama waktu sandar di Kota Surabaya, para penumpang kapal akan melakukan aktifitas wisata yang terbagi sesuai dengan paket yang dijual oleh tour operator (Destination Asia Indonesia).

"Selain melakukan tour di Surabaya, penumpang kapal juga ada yang melakukan kunjungan di luar Kota Surabaya dengan estimasi peserta sejumlah 75 orang," katanya.

Meski begitu, Antiek juga memastikan, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan pihak pengelola objek wisata serta beberapa instansi terkait. Di antaranya Pelindo III, Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Perak, Dinkes Provinsi Jatim, serta Kementerian Kesehatan. Hal ini terkait screening antisipasi terhadap wabah virus korona (COVID-19).

"Pemeriksaan kesehatan tak hanya dilakukan kepada penumpang, tapi juga kepada kru kapal pesiar yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sesuai dengan SOP dari Kementerian Kesehatan," katanya.


Editor : Umaya Khusniah