Jasad Dikubur di Bawah Musala, Psikiater Akan Periksa Kejiwaan Istri dan Anak Surono

Bambang Sugiarto, Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 06 November 2019 - 07:55 WIB
Jasad Dikubur di Bawah Musala, Psikiater Akan Periksa Kejiwaan Istri dan Anak Surono
Polisi menyaksikan pekerja yang membongkar lantai di musala rumah Surono, Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jatim, Senin (4/11/2019). (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.idPolres Jember akan mendatangkan psikiater untuk memeriksa kondisi kejiwaan terduga pembunuh di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), yang sudah mengarah kepada istri dan putranya. Pelaku menguburkan mayat korban Surono di bawah lantai musala rumahnya.

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, Polres Jember menyiapkan seorang psikiater dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Sumbersalak karena keterangan yang disampaikan Busani dan putranya Bahar, tidak sama. Selain itu, keterangan mereka dinilai tidak memiliki korelasi.

“Melihat rangkaian keterangan yang disampaikan terduga, kemudian korelasinya, dan berbelit-belit saat menyampaikan, serta saat dikonfrontir keterangan tersebut tidak sama sehingga membutuhkan psikiater untuk membantu mengungkap pelaku pembunuhan itu,” kata Alfian di Jember, Selasa (6/11/2019).

Dalam kasus ini, istri dan anak korban, saling menuduh sebagai pelaku pembunuhan Surono. Karena itu, polisi memerlukan bantuan psikiater untuk mendeteksi kebohongan dan kejiwaan terduga pelaku pembunuhan tersebut.

“Psikiater tersebut akan memeriksa dan mendeteksi apakah keterangan yang disampaikan benar atau bohong,” katanya.

Polisi sebelumnya telah menemukan sejumlah barang bukti saat pembongkaran lantai musala. Selain jasad korban yang masih utuhm polisi menemukan sarung korban dan linggis yang diduga digunakan untuk membunuh korban.

“Berdasarkan hasil autopsi, korban Surono meninggal karena dibunuh dan dipukul dengan benda tumpul. Kami juga menemukan bercak darah di baju korban,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera sebelumnya mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan bukti di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku mengarah pada istri dan anak korban, Busani dan Bahar.

Meski begitu, polisi belum menetapkan ibu dan anak tersebut sebagai tersangka. Selain karena masih memerlukan keterangan tambahan, polsi juga mengumpulkan bukti untuk mendapatkan konstruksi hukum atas kasus tersebut.

“Dari hasil bukti dan keterangan saksi, sudah mengarah pada pelaku, yaitu istri dari korban, Busani dan anaknya. Namun, kami masih lakukan periksa terhadap dua saksi untuk meyakinkan peran dari masing-masing pelaku,” kata Barung.


Editor : Maria Christina