Ini Tantangan Berprofesi dan Berkarier di Luar Negeri

Ali Masduki ยท Selasa, 20 April 2021 - 01:38:00 WIB
  Ini Tantangan Berprofesi dan Berkarier di Luar Negeri
Alumni Ubaya bercerita secara virtual tentang pengalaman berkarir di luar negeri. (Foto :Tangkapan Layar)

SURABAYA, iNews.id - Sukses memang butuh proses. Apalagi jika ingin sukses berkarier di negeri orang. Tentu tidak semudah yang kebanyakan orang kira.

Seperti yang dilalui oleh alumni Universitas Surabaya, Yosaphat Puspo D, seorang Manager Assurance of PwC Houston, Texas, dan Syenny Yu selaku Head of Corporate Finance & Development Vallianz Holdings Ltd., Singapore.

Berbicara secara virtual, Yosaphat Puspo D. menceritakan pengalaman dan perjalanan karirnya mulai dari awal hingga menjadi Manager Assurance of PwC Houston, Texas. 

Dirinya mengaku bahwa sempat mengalami culture shock saat pertama kali datang ke US. Menurut Yosaphat, tantangan berprofesi dan berkarier di luar negeri yaitu harus mampu beradaptasi dengan adanya cultural differences. Tidak hanya dalam berbahasa, tetapi juga penting untuk memahami budaya di luar negeri.

“Budaya kerja di Indonesia dan luar negeri terutama di US (United States) itu berbeda. Mulai dari cara manage pekerjaan lebih detail dan orangnya secara personal cenderung lebih vokal. Mereka terbiasa untuk mengungkapkan ide atau opininya, meskipun itu masih internship,” ucap alumnus Akuntansi Ubaya lulusan tahun 2012 dalam program Bukan Cuman Uang : Hybrid webinar series episode perdana bersama alumni, Senin (19/4/2021).

Perbedaan budaya lain yang dirasakan Yosaphat yaitu adanya separation cut antara working time dan personal time yang lebih terasa. Orang-orang di US menganggap personal time itu penting, sehingga mereka bisa memilih tanggal di kalender untuk melakukan kegiatan atau hobi yang diinginkan.

"Semua anggota tim harus respect dengan personal time tersebut. Jika di US, personal time ditunjukkan lewat catatan di kalender agar semua orang tahu," tuturnya.

Editor : Ainun Najib

Halaman : 1 2 3