Ini Penyebab Banyak Korban Meninggal di Kebakaran Rumah Kos Surabaya
SURABAYA, iNews.id - Kondisi rumah tertutup diduga menjadi penyebab utama banyaknya korban meninggal dalam musibah kebakaran di Kabalen, Selasa (29/5/2018). Mereka tidak bisa menyelamatkan diri lantaran akses terbatas. Minimnya ventilasi juga membuat asap kobaran api sulit keluar, sehingga terhirup penghuni dan pingsan akhirnya terjebak dalam rumah.
Indikasi tersebut diketahui dari temuan korban meninggal yang menumpuk di dalam satu ruangan dekat salah satu jendela. Diduga mereka berlari berusaha menyelamatkan diri melalui lubang udara tersebut. Namun, upaya mereka gagal lantaran terkepung asap dan api.
"Hanya ada enam lubang ventilasi di rumah tersebut, semuanya di lantai dua Itupun baru dibuat. Mulanya semua terturup bahkan satu-satunya akses keluar-masuk juga hanya satu tangga di bagian belakang," kata mantan ketua RT Kebalen Kulon, Hasyim, Rabu (30/5/2018).
Hasyim menjelaskan, sebelum menjadi rumah kos bangunan dua lantai milik M Hadiri adalah studio music sehingga bentuk rumah dibuat tertutup. Bahkan di bagian dinding dan atap rumah bagian bawah (lantai 1) juga dilengkapi dengan bahan kedap suara. Material itu pula yang diduga menjadi pemicu besarnya kobaran api saat kebakaran terjadi.
Pantauan iNews.id di lapangan, bangunan rumah kos yang terbakar memang tidak terlalu besar. Bentunya memanjang, persis seperti ruko (rumah toko) dua lantai. Pintu utama rumah berupa pintu rollong door, sementara di bagian atas dinding tembok tertutup. Tidak ada pintu atau akases keluar-masuk sama sekali. Kacuali hanya enam lubang ventilasi di ujung dan samping rumah sehingga bisa dipastikan rumah tersebut pengap.
Kendati demikian, rumah kos tersebut tetap diminati penyewa. Harga sewa yang cukup murah kemungkinan menjadi alasannya. Sebagaimana penuturan Nanik, warga sekitar, harga sewa untuk satu kamar di rumah tersebut adalah Rp500.000. Harga sewa tersebut relatif murah untuk ukuran Surabaya dan ruangan satu keluarga.
"Penghuninya sering ganti. Tetapi kamarnya penuh terus. Mungkin karena murah. Sehingga orang tertarik untuk sewa," ujarnya.
Para penghuni yang menjadi korban, kata Nanik juga belum lama tinggal. Baru sekitar tiga bulan. Karena itu, warga di kawasan Kebalen juga banyak yang tidak mengenal secar dekat. Kecuali hanya mengenali wajah dan panggilan saja.
Seperti diberitakan, Kebakaran melanda rumah kos berlantai dua milik Hadiri (52) warga Jalan Kebalen Kulon gang III Nomor 45 Kelurahan Krembangan Utara, Kecamaan Pabean Cantikan, Surabaya.
Rumah kos itu memiliki enam kamar, dua di lantai satu dan empat di lantai dua. Keseluruhan penghuni sebanyak 20 orang. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 14.30 WIB. Warga segera berupaya memadamkan api. Namun usaha itu tak berhasil. Sempat terdengar beberapa kali ledakan saat api berkobar melahap bangunan itu.
Delapan orang meninggal dunia akibat terjebak api. Mereka yakni, Noviyanti (28 tahun) dan bayi laki-laki Dita (2). Keduanya menghuni di kamar lantai satu. Selain itu, Tina Rismayanti, 30 tahun, Bintang usia 3 bulan laki-laki, Yanti (39), Aan (35), Prabowo (8), dan Sen-sen (6) laki-laki. Keenamnya menghuni di kamar lantai dua.
Dalam peristiwa ini, satu unit Toyota Avanza Nopol L-1274-PK, tiga unit sepeda motor Yamaha Mio J Nopol L-5484TK, Honda Beat Nopol L-3668-PS, dan Honda Grand Nopol L-2135-PF ikut terbakar.
Editor: Muhammad Saiful Hadi