Hilmi Penendang Kungfu Pemain Perseta Dipecat, Manajemen Putra Jaya Minta Maaf
PASURUAN, iNews.id – Manajemen klub Putra Jaya, Kabupaten Pasuruan, bertindak tegas dengan memecat pemainnya, Muhammad Hilmi Gimnastiar (20) karena melakukan tendangan kungfu ke pemain Perseta 1970.
Keputusan pemecatan tersebut tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Ketua Harian Putra Jaya, Gaung Andaka R. Pihak manajemen menilai tindakan Hilmi telah mencederai asas fair play dan sportivitas dalam sepak bola.
Insiden tak terpuji itu terjadi saat laga putaran 32 besar Liga 4 Zona Jatim yang memperlakukan Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).
Saat itu, Putra Jaya sedang tertinggal telak 0-4 dari Perseta 1970. Di tengah jalannya pertandingan, Muhammad Hilmi melakukan tindakan kasar dengan menendang bagian dada pemain lawan, Firman Nugraha. Akibat aksi berbahaya tersebut, wasit langsung mengganjar Hilmi dengan kartu merah dan mengeluarkannya dari lapangan.
Selain mengambil langkah tegas berupa pemecatan, pengurus Putra Jaya juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada korban, Firman Nugraha, serta manajemen Perseta 1970 Tulungagung. Diketahui, Firman sempat mengalami cedera akibat hantaman keras tersebut.
"Tindakan tersebut sangat tidak patut ditiru dan jauh dari semangat sepak bola. Kami memohon maaf kepada pemain yang bersangkutan dan klub Perseta 1970," tulis pernyataan manajemen.
Masalah ini tidak berhenti di tingkat klub. Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Pasuruan telah memanggil pengurus Putra Jaya untuk dimintai keterangan terkait insiden yang viral di media sosial tersebut.
Editor: Kastolani Marzuki