Hina Presiden, Perempuan Pemilik Akun Aida Konveksi di Blitar Jadi Tersangka

Robby Ridwan, Antara ยท Senin, 08 Juli 2019 - 18:50 WIB
Hina Presiden, Perempuan Pemilik Akun Aida Konveksi di Blitar Jadi Tersangka
Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan bukti-bukti postingan pemilik akun Facebook Aida Konveksi berisi penghinaan kepada Presiden Jokowi di Mapolres Blitar Kota, Jawa Timur, Selasa (2/7/2019). (Foto: iNews/Robby Ridwan)

BLITAR, iNews.id – Penyidik Polresta Blitar menetapkan Aida Fitri (44), pemilik akun Facebook Aida Konveski sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan kepada presiden.

Penetapan status tersangka itu setelah penyidik memeriksa pelaku yang diduga menghina Presiden Joko Widodo di media sosial. Tersangka dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Dengan ditetapkannya tersangka, selanjutnya akan dipanggil sebagai tersangka," kata Kasatreskim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono, Senin (8/7/2019).

Heri menuturukan, penetapan status tersangka itu dilakukan setelah penyidik mengkai mendalam terkait dengan kasus unggahan tersebut. Dia menjelaskan, kasus itu bermula dari aduan dan penelusuran tim patroli siber di akun jejaring sosial Facebook dengan nama Aida Konveksi.

Dari hasil pemeriksaan para saksi termasuk meminta keterangan ahli, polisi mengungkapkan pasal yang tepat terkait dengan kasus itu adalah UU ITE, tepatnya Pasal 45 A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Pasal 207 KUH Pidana.

Polisi sebelumnya telah memeriksa IF yang diduga mengunggah foto mumi "firaun" yang wajahnya diedit mirip wajah Presiden Joko Widodo, dengan ditulisi caption "the new firaun".

Selain itu, juga terdapat unggahan lainnya dengan baju mirip baju kebesaran hakim dengan wajah diganti wajah binatang. Caption di gambar itu bertuliskan "iblis berwajah anjing".

Dari hasil pemeriksaan, akun itu diketahui benar milik tersangka dan sudah tiga tahun terdaftar di Facebook. Yang bersangkutan menggunakan telepon seluler miliknya untuk mengunggahnya.

Yang bersangkutan juga mengakui tentang unggahannya dan membenarkan bahwa dia meneruskan (membagikan) unggahan tersebut. Gambar itu dibagikan di akun miliknya pada Minggu (30/6) sekitar pukul 20.00 WIB di rumah.

Polisi juga menemukan fakta bahwa akun atas nama Aida Konveksi itu kini sudah tidak dapat dibuka oleh pemiliknya sejak 1 Juli 2019. Unggahan tersebut juga sudah dihapus atau dinonaktifkan, sehingga penyidik hanya mendapatkan salinan unggahan dari akun Facebook lain yang sudah membagikannya.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Ida Fitria mengaku menyesali perbuatannya. Dalam proses pemeriksaan, dia terlihat menangis dan meminta maaf. Dia berharap tidak ditahan polisi.


Editor : Kastolani Marzuki