Hina NU, Akun Facebook M Zakaria Al-Ansori Dilaporkan GP Ansor ke Polrestebes Surabaya

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 27 Juli 2020 - 19:58 WIB
Hina NU, Akun Facebook M Zakaria Al-Ansori Dilaporkan GP Ansor ke Polrestebes Surabaya
Ketua Rijalul Ansor GP Ansor Kota Surabaya M Mundir saat di Mapolrestabes Surabaya, Senin (27/7/2020).(foto: istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya melaporkan akun Facebook M Zakaria Al Anshori ke Polrestabes Surabaya, Senin (27/7/2020). Laporan itu dibuat atas positingan bernada fitnah dan hinaan terhadap tokoh serta jamiyah Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Rijalul Ansor, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Surabaya, M Mundir mengatakan, hate speech itu dilakukan akun Facebok Zakaria Al-Ansori cukup lama dan berulang kali. Karena itu, GP Ansor terpaksa mengambil langkah hukum.

“Hari ini kasus ini kami adukan ke Polrestabes Surabaya. Tadi, laporan diterima oleh Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Muh Wahyudin Latif,” kata Mundir, di Mapolrestabes Surabaya, Senin (27/7/2020).

Mundir mengatakan, akun Zakaria mengunggah postingan yang menghina NU sejak bulan Juni-Juli 2020. Tercatat, ada enam postingan yang mengandung ujaran kebencian kepada tokoh dan jamiyah NU.

Pada 10 Juni 2020 misalnya, Zakaria mengunggah postingan “Di NU sekarang semakin WOOOW Orang Bencong jadi Bu Nyai..”.
Sedangkan pada 25 Juni 2020, mengunggah meme Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum GP Ansor Yakut Cholil Qoumas. Meme tersebut berisi percakapan antara Presiden Jokowi dengan Yaqut.

“TU MAK EGA (menyindir Megawati Soekarnoputri) MAU RUBAH PANCASILA JADI TRISILA ATAU EKASILA BAGAIMANA MENURUT ANDA? Gus Yaqut : Eehh…eehh..?? Emm/Kalau itu saya Angkat tangan saja pak".

Tak hanya di situ saja, pada 26 Juni 2020, Zakaria kembali memposting meme BANSER bertulisan “NASI BUNGKUS HARGA MATI FAKTA”. Kemudian pada tanggal 27 Juni 2020, terlapor menulis postingan ujaran kebencian melalui yang berisikan tulisan “Aswaja Nusantara (disebutnya ANUS) adalah hasil NIKAH antara NEO PKI dengan LIBERAL”.

Selanjutnya pada 29 Juni 2020, memposting meme Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan Permadi Arya. Dalam meme terkesan mengandung ujaran kebencian karena bertulisan “hehehehe (sang Pendidik Bersama anak didik)” .

Postingan terkahir yakni pada 4 Juli 2020. Saat itu, akun Zakaria Al-Ansori mengupload gambar dan menulis “HTI & NU itu dalam ideologinya cuman taqlid. Bedanya HTI tak begitu paham Khilafah yang sebenarnya. NU now tak selaras dengan muassisnya”.

Mundir menegaskan, jika dilihat dari latar belakangnya, Zakaria merupakan orang berpendidikan. Terlapor sebenarnya sadar postingnya berpotensi memecah belah bagi yang membacanya karena terdapat pro dan kontra.

“Hal ini dapat dilihat dari beberapa komentar yang muncul pada postingan terlapor,” tuturnya.

Atas postingan tersebut, NU, kata Mundir, sangat dirugikan. Sebab, postingan tersebut bisa menumbulkan persepsi negatif terhadap NU. “Kami awalnya tak ingin melapor. Tetapi, karena positingan terus berlanjut, terpaksa, ini (laporan) kami tempuh. Sebab, kalau dibiarkan, bisa-bisa masyarakat menganggap postingan itu benar,” ujarnya.

Selain untuk meluruskan, laporan juga dibuat untuk memberikan efek jera kepada pemilik akun. Harapannya kasus serupa tidak terjadi lagi. “Maka, demi membela kepentingan NU, menghindari konflik sosial, persekusi, dan main hakim sendiri oleh kader NU dan Ansor, maka kita laporkan,” ujarnya.

Atas postingan tersebut, terlapor diduga melanggar Pasal 28 Ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.


Editor : Ihya Ulumuddin