Ratusan Warga di Pasuruan Antar Jenazah Probable Covid-19 ke Permakaman

Jaka Samudra ยท Senin, 27 Juli 2020 - 13:56 WIB
Ratusan Warga di Pasuruan Antar Jenazah Probable Covid-19  ke Permakaman
Ratusan warga mengantarkan jenazah probable Covid-19 di Pasuruan. Mereka mengabaikan protokol kesehatan. (Foto: iNews/Jaka Samudra)

PASURUAN, iNews.id - Ratusan warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan memakamkan jenazah probable Covid-19 yang diambil paksa dari RSUD dr Soedarsono. Padahal, pemerintah daerah telah melarang mereka datang, karena rawan tertular.

Sejumlah warga rupanya abai dengan protokol kesehatan. Bahkan, saat mengantarkan jenazah ke permakaman, mereka juga tidak memakai masker dan berjaga jarak. Padahal, jenazah berstatus probable Covid-19.

Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron menyesalkan peristiwa itu. Apalagi, warga juga tidak berkomunikasi dulu dengan petugas rumah sakit, sehingga mengambil paksa jenazah yang berstatus probable.

“Informasi dari keluarga, korban MA ini awalnya memang sakit jantung. Tetapi, setelah diperiksa dokter ada sesak dan batuk. Kondisinya juga cepat memburuh, sehingga dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif,” katanya, Senin (27/7/2020).

Mujib mengatakan, pascainsiden pengambilan paksa jenazah MA, dia juga sudah mendatangi warga untuk memberikan pemahaman. Harapannya, tidak ada yang ikut mengantarkan jenazah ke permakaman.

“Atas nama pemerintah daerah saya juga sampaikan duka cita dan meminta warga tidak ikut memakamkan. Sebab, rentan sekali tertular,” katanya.

Diketahui, ratusan warga di Pasuruan mengambil paksa jenazah probable Covid-19 dari RSUD dr R Soedarsono, Kota Pasuruan, viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat warga membawa jenazah menggunakan mobil bak terbuka (pikap), tanpa protokol kesehatan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini bermula saat pasien MA (44) warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling, masuk rumah sakit pada Sabtu (25/7/2020) pagi. MA dilarikan ke rumah sakit karena mengeluh batuk dan sesak napas.

Hasil pemeriksaan saat itu, pasien MA mengalami infeksi paru-paru. Dokter kemudian melakukan rapid test dan hasilnya reaktif, sehingga dirawat di Instalasi Rawat Darurat (IRD) dengan protokol Covid-19. Tak hanya itu, tim medis juga sudah melakukan tes swab kepada pasien. Namun, tak lama berselang MA meninggal dunia.


Editor : Ihya Ulumuddin