Gunung Semeru 2 Kali Meletus Pagi Ini, Muntahkan Abu Vulkanik 900 Meter
LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, dua kali meletus pagi ini, Kamis (21/5/2026).
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, letusan pertama terjadi pukul 06.17 WIB dengan kolom abu vulkanik setinggi 700 meter. Letusa kedua terjadi pukul 06.35 WIB dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 900 meter dari atas puncak.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 21 Mei 2026, pukul 06:35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 900 m di atas puncak (± 4576 m di atas permukaan laut),” demikian laporan KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Semeru.
Dalam laporan tersebut disebutkan Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 117 detik.
Erupsi Gunung Semeru terbaru ini membuat petugas kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III Siaga.
PVMBG mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak karena berpotensi terdampak awan panas guguran.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak,” tulis keterangan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut dinilai rawan terhadap lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.
Petugas juga meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai maupun lembah yang berhulu dari puncak Gunung Semeru.
Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Editor: Kastolani Marzuki