Gunakan Akun Ganda, Kasat Narkoba Palsu di Madiun Peras dan Setubuhi Korban

Arif Wahyu Efendi ยท Selasa, 21 Juli 2020 - 22:15 WIB
Gunakan Akun Ganda, Kasat Narkoba Palsu di Madiun Peras dan Setubuhi Korban
Tersangka Dea digelandang di Mapolres Madiun Kota, Selasa (21/7/2020).(foto: iNews.id/Arif Wahyu Efendi)

MADIUN, iNews.id - Dea Ale Haryanto, warga Kedunggalar, Kabupaten Ngawi diringkus aparat Polres Madiun Kota. Dea diringkus petugas setelah mengaku sebagai anggota polisi dan memeras serta menyetubuhi gadis asal Madiun.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka menggunakan akun palsu bernama Agung Pratama, anggota polisi berdinas di Polda Jatim. Kedok inilah yang dipakai pelaku untuk berkenalan dan merayu korban, DW (23) warga Madiun lewat akun media sosial.

Dari perkenalan itu, pelaku dan korban akhirnya menjalin hubungan. Tak lama berselang, pelaku makin berani, hingga meminta foto-foto bugil korban.

Foto-foto bugil itu pula yang dijadikan pelaku untuk bersandiwara. Dia berdalih tertangkap polisi karena kasus narkoba dan seluruh foto bugil korban yang disimpan di ponsel, disita aparat. Dari situlah pemerasan dimulai.

Pelaku meminta korban menghubungi seorang polisi berpangkat kapten, AKP Haryanto, yang tak lain pelaku sendiri. Kepada korban, AKP Haryanto mengaku sebagai kasat narkoba di salah satu polres dan tengah menyita foto bugil korban.

Berbekal foto bugil itu, pelaku meminta transfer uang Rp90 juta, dengan dalih agar kasus foto bugil tersebut tidak di lakukan proses hukum. Tak hanya itu, tersangka juga mengajak korban berhubungan intim sebagai syarat agar prosesnya berjalan lancar.

“Jadi pelaku ini menggunakan dua akun palsu. Akun pertama bernama Agung Pratama dan akun kedua bernama AKP Haryanto. Dua akun ini digunakan untuk menipu korban,” kata Kapolres Madiun AKBP R Bobby Aria Prakasa, Selasa (21/7/2020).

Sementara itu, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya baju seragam polisi, handphone, buku rekening dan sepeda motor hasil dari memeras korban.


Editor : Ihya Ulumuddin