get app
inews
Aa Text
Read Next : Wow, Pesantren di Sipirok Tapsel Ekspor Perdana Kopi ke Brunei Darussalam

Gubernur Khofifah Usulkan IKM Kendang Jimbe Blitar Jadi Desa Devisa 

Selasa, 01 Maret 2022 - 21:45:00 WIB
Gubernur Khofifah Usulkan IKM Kendang Jimbe Blitar Jadi Desa Devisa 
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau IKM kendang jimbe di Desa Minggirdari, Blitar, Minggu (27/2/2022) sore. (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengusulkan Industri Kecil Menengah (IKM) kendang jimbe di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro menjadi desa devisa. Harapannya, pasar internasional alat musik tersebut bisa lebih luas. 

"Kami memang sedang hunting untuk memenuhi kuota 15 desa devisa yang disiapkan oleh LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), Desa Minggirsari ini  oleh Pak Kadisperindag Jatim sudah diusulkan masuk dalam list desa yang akan di assest  oleh LPEI," kata Khofifah, Selasa (1/3/2022). 

Mantan Mensos itu mengatakan keuntungan menjadi desa devisa yakni mendapatkan dukungan pembiayaan, perluasan akses pasar serta desain baru dari LPEI yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas desa tersebut. Dampaknya akan bisa dirasakan langsung oleh pelaku industri kreatif  warga setempat.

Selain bantuan pembiayaan, desa devisa juga akan mendapatkan pendampingan guna meningkatkan nilai jual dari produk yang dihasilkan desa devisa tersebut, di antaranya dengan mendatangkan desainer produk sesuai dengan permintaan pasar dari negara tujuan. Selain itu akan dibantu dalam perluasan akses marketnya.

"Bulan Maret ini mudah-mudahan LPEI pusat akan datang ke Jatim lagi untuk melakukan asesmen. Jadi semua proses sampai persetujuan  desa devisa adalah oleh LPEI pusat atas usulan Disperindag provinsi, Disperindag provinsi akan mengajak dulu tim LPEI Jatim," katanya. 

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa untuk dapat diusulkan menjadi desa devisa sebuah desa harus memenuhi beberapa kualifikasi yang ditetapkan LPEI. Kualifikasi itu antara lain memilki produk yang unik, memiliki produk mandiri, terdapat beberapa pengrajin dalam desa tersebut, dan pengrajinnya telah ada dalam satu asosiasi.

"Syaratnya, bahwa produknya unik, produk sendiri bukan menjual produknya karya pihak lain, satu desa itu ada beberapa unit pengrajinnya yang keempat bahwa di desa itu unit pengrajin ini sudah terasosiasi dalam pengelompokan koperasi atau asosiasi," ujarnya. 

Besar harapan Gubernur Khofifah agar desa Minggirsari ini bisa mendapatkan persetujuan dari LPEI pusat sebagai desa devisa. Pasalnya kendang Djimbe ini sesungguhnya telah merambah pasar mancanegara di China dan sedang mencoba pangsa pasar di Brazil. 

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengungkapkan bahwa jika mendapatkan approval dari LPEI, maka berkesempatan Go Internasional melebarkan sayap market ke negara lainnya.Karena bersamaan dengan berlangsungnya agenda G20 di Indonesia mulai Maret sampai akhir tahun maka akan banyak peluang pasar yang bisa didapatkan.

"Karena ini bisa langsung didisplay di G20. Jadi yang sudah masuk kategori desa devisa kesempatan utamanya adalah produknya didisplay di dalam pertemuan pertemuan G20. Kami harapkan akan menjadi pasar baru bagi seluruh pelaku  industri kreatif termasuk kendang djimbe," ujarnya. 

Sementara itu produsen kendang jimbe, Basuki, menyampaikan terima kasih apabila produksinya dapat masuk dalam kualifikasi LPEI yang akan memberikan dukungan dalam pembiayaan produksi kendang jimbenya. Dia menuturkan bahwa selama ini ia tidak pernah berkeluh kesah tentang permasalahan dan kendala yang ia alami. 

"Andaikan ini nanti ada program ini, saya berterima kasih kepada ibu Gubernur," Kata Basuki.

Diketahui, kendang jimbe asal Blitar ini dibuat dengan berbahan dasar kayu mahoni. Produksi harian CV Maharani Abadi mencapai 125 unit kendang dengan mempekerjakan 14 orang pekerja. Selama pandemi ini mereka hanya mampu mengeskpor 1 kontainer. Padahal sebelumya bisa mencapai 8 kontainer per hari.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut