Gubernur Khofifah Akui Penyebaran Virus Corona Makin Meluas di Jatim, Warga Diimbau Tak Keluar Rumah

Ihya Ulumuddin ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 21:11 WIB
Gubernur Khofifah Akui Penyebaran Virus Corona Makin Meluas di Jatim, Warga Diimbau Tak Keluar Rumah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memberikan keterangan pers perkembangan Covid-19. (Foto: iNews/Ihya Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengakui penyebaran virus corona sudah makin meluas. Dia mengimbau masyarakat untuk membatasi untuk keluar rumah.

“Negara yang sukses melewati musibah virus corona ini adalah negara yang mampu mengajak masyarakatnya membatasi diri keluar rumah,” katanya seperti yang diunggah akun Instagram @Jatimcettar, Rabu (25/3/2020).

Khofifah mengimbau masyarakat yang sudah memiliki rencana menggelar resepsi pernikahan, agar menundanya dulu. Acara akad nikah tetap bisa dilakukan namun dia berpesan agar dapat menjaga jarak dengan orang lain minimal satu meter.

“Untuk resepsi yang mengundang banyak orang mohon untuk ditunda, keramaian jenis apapun sebaiknya ditunda,” katanya.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat saling menjaga satu sama lain sehingga tetap sehat. Selain itu, dia juga mengimbau agar warga juga berolahraga dan makan makanan yang sehat dan juga mencuci tangan dengan sabun. Jika terpaksanya keluar rumah, sebaiknya menggunakan masker.

Khofifah menambahkan, di kantor Pemerintah Provinsi ada posko gugus tugas pencegahan penyebaran corona. Petugas juga membagikan masker.

Sampai saat ini, Pemprov Jatim memiliki gugus tugas Badan Koordinasi Wilayah (bakorwil) terkait corona yang ada beberapa kota di antaranya, Bojonegoro, Pamekasan, Jember, Malang dan Madiun.

“Semoga virus corona segera diangkat dari Indonesia, dan mohon kegotongroyongan dari masyarakat semua,” katanya.

Sebelumnya Jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) dan Pesien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona di Jawa Timur (Jatim) terus bertambah. Hingga Rabu (25/3/2020) pukul 18.00 WIB, jumlah ODP mencapai 2.542 orang dan PDP berjumlah 190 orang. Sementara untuk pasien positif, masih tetap 51 orang.


Editor : Umaya Khusniah