5 Fakta Pulau Natal, Bernuansa Kristiani tapi Mayoritas Penduduknya Islam
Pulau Natal ditemukan Kapten William Mynors dari kapal Royal Mary milik English East India Company saat Hari Raya Natal pada 1643.
Dulunya, pulau ini dijadikan sebagai pangkalan militer tentara sekutu Inggris untuk melawan pasukan Jepang pada masa perang dunia I dan II. Setelah Jepang menyatakan kalah pada perang tersebut, maka Inggris menyerahkan pulau ini kepada Australia.
Fakta Pulau Natal berikutnya yaitu menjadi tempat migrasi kepiting merah terbesar di dunia.
Setiap akhir November hingga Desember, sekitar 4-50 juta kepiting merah akan melakukan migrasi di pulau ini. Saat fenomena tersebut terjadi, pulau ini akan dipenuhi oleh kepiting merah yang berlalu lalang di berbagai wilayah dan jalanan di Pulau Natal.
Meski bernama Pulau Natal, namun penduduk wilayah tersebut mayoritas memeluk agama Islam. Menurut data resmi Pemerintah Australia, tercatat agama Islam mengungguli agama-agama lainnya termasuk Buddha yang dulunya menjadi agama mayoritas di pulau ini.
Persentase agama yang dianut oleh penduduk di pulau tersebut yaitu 19,4 persen Islam, 18,1 persen Buddha, 8,9 persen Katolik, dan 15,2 persen tidak memiliki agama. Hal ini menunjukkan agama islam menjadi mayoritas di Pulau Natal.
Itu lah 5 fakta Pulau Natal yang menarik untuk diketahui. Selain fakta-fakta diatas, Pulau Natal juga dikenal memiliki keindahan alam yang tidak boleh terlewatkan.
Editor: Rizky Agustian