Eksekusi Lahan SMK di Lumajang Ricuh, Ratusan Siswa Blokade Jalan dan Usir Petugas
"Kami sadar posisi kami. Tapi mohon proses ini ditunda. Paling tidak sampai tiga tahun, sampai gedung sekolah yang baru selesai," katanya.
Pasalnya, jumlah siswa SMK WYSN cukup banyak, mencapai 400 siswa, sehingga perlu persiapan gedung dan fasilitasnya. "Tujuannya semata-mata agar proses belajar tidak terganggu," tuturnya.
Diketahui, kasus sengketa lahan sekolah ini berawal dari perjanjian sewa kontrak yang dilakukan pihak sekolah pada tahun 2015 senilai Rp1,2 miliar. Namun pada tahun ke empat pihak selolah tidak mampu membayar sewa secara utuh, sehingga pemilik lahan pun membawa perkara ini ke pengadilan dan memenangkan sengketa lahan tersebut.
Sementara itu hingga Senin siang ratusan siswa SMK WYSN Lumajang masih memblokade jalan dan bertahan di depan sekolah. Sementara pihak kepolisian berencana akan menjembatani mediasi atara pihak sekolah dan pemilik lahan.
Editor: Ihya Ulumuddin