Dispendik Kota Surabaya Temukan Kecurangan pada PPDB SMP Jalur Zonasi 

Hari Tambayong · Sabtu, 26 Juni 2021 - 20:19:00 WIB
Dispendik Kota Surabaya Temukan Kecurangan pada PPDB SMP Jalur Zonasi 
Dinas Pendidikan Kota Surabaya bertemu dengan aparat hukum membahas temuan kecurangan PPDB SMP jaur zonasi, Sabtu (26/6/2021). (istimewa).

SURABAYA, iNews.id - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menemukan indikasi kecurangan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi untuk SMP. Temuan itu berupa mendekatkan jarak tempat tinggal siswa dengan sekolah tujuan. 
 
Fakta tersebut terungkap berdasarkan laporan warga serta temuan tim survei lapangan di tempat tinggal Calon Peserta Didik Baru (CPDB). Hasil survei menunjukan bahwa terdapat jarak tak wajar dari puluhan CPDB dengan sekolah tujuan. 

Atas temuan itu, Dispendik Kota Surabaya mengundang orang tua atau wali murid CPDB untuk bertemu dengan Aparat Penegak Hukum (APH), yakni aparat kepolisian. Bila dalam proses klarifikasi ini ditemukan indikasi kesengajaan untuk mendekatkan titik ke sekolah, maka status penerimaan CPDB tersebut digugurkan.

Plt Kabid Sekolah Menengah Dispendik Kota Surabaya Tri Aji Nugroho mengatakan, menjelang diumumkan jalur zonasi, puluhan orang tua sudah diklarifikasi oleh APH. Beberapa orang tua atau wali murid mengakui berusaha mendekatkan titik validasi ke sekolah. 

Karenanya status penerimaan di jalur zonasi digugurkan untuk kemudian dirangking ulang sesuai dengan jumlah CPDB yang digugurkan pada pendaftaran sekolah tersebut. 

"Kami buat berita acara yang disaksikan langsung oleh APH, orang tua atau wali murid, serta tim Dispendik Surabaya. Berdasar klarifikasi tersebut wali murid mengakui, maka digugurkan meski statusnya diterima di jalur zonasi," katanya, Sabtu (26/6/2021). 

Aji mengatakan, kuota jalur zonasi pada PPDB SMP Negeri minimal 50 persen dari daya tampung sekolah. Seleksi CPDB berdasarkan jarak antara sekolah dengan alamat tempat tinggal masing-masing. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: