Disanksi Masuk Ambulans dan Peti Mati, Warga Probolinggo Ini Ketakutan dan Kabur

Hana Purwadi ยท Selasa, 08 September 2020 - 17:15:00 WIB
Disanksi Masuk Ambulans dan Peti Mati, Warga Probolinggo Ini Ketakutan dan Kabur
Ambulans dan peti mati disiapkan petugas Covid-19 Probolinggo bagi warga yang tidak menggunakan masker.(istimewa)

PROBOLINGGO, iNews.id – Sanksi masuk mobil ambulans dengan peti mati di Probolinggo benar-benar membuat takut para pelanggar protokol kesehatan. Mereka bahkan memilih kabur dan melarikan diri saat hendak dibawa petugas ke dalam mobil.

Pemandangan ini terjadi di Pasar Bayeman, Tongas, Probolinggo, Selasa (8/9/2020). Seorang pengendara motor tiba-tiba kabur dan ketakutan saat petugas memintanya masuk ke dalam mobil ambulans.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Satgas Covid-19 pun membiarkan pengendara tersebut kabur. Namun, petugas sudah mendata nama, berikut alamatnya. “Kalau nanti melanggar lagi ya terpaksa kami tindak,” kata salah seorang petugas.

Kejadian tersebut bermula saat Satgas Covid-19 Probolinggo menggelar razia masker di Pasar Bayeman Tongas. Saat masuk ke dalam pasar, petugas mendapati beberapa pedagang dan pengunjung pasar tidak memakai masker.

Petugas pun melakukan pendataan dan memberikan edukasi. Tak hanya itu, petugas juga memberikan efek jera dengan memasukkan mereka ke mobil ambulans yang di dalamnya ada peti mati. Saat itulah salah seorang pelaku kabur.

Razia masker ini pun mendapat tanggapan beragam dari warga dan pedagang pasar. Sebagian menilai perlu agar warga mau disiplin menggunakan masker. Namun, beberapa pedagang lain kecewa. Sebab, gegara razia tersebut, pembeli tidak mau datang dan pasar menjadi sepi.

“Semua takut, sehingga tidak jadi datang ke pasar. Dagangan saya sepi gara-gara kegiatan ini,” kata salah seorang pedagang, Fatimah.

Sementara itu, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengatakan, razia masker digelar sebagai bagian dari edukasi. Harapannya, warga mau disiplin menjaga protokol kesehatan. “Memang sederhana, tetapi ini harus tetap dilakukan terus dan menerus agas masayarakat sadar pentingnya menjaga protokol kesehatan,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin