Dikabarkan Kena OTT KPK, Pengurus DPD PDIP Jatim Membantah

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 08 Oktober 2018 - 22:12 WIB
Dikabarkan Kena OTT KPK, Pengurus DPD PDIP Jatim Membantah
Sekretaris DPD PDIP Sri Untari bersama Kusnadi memberikan klarifikasi terkait kabar OTT KPK, Senin (8/10/2018) malam. (Foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

SURABAYA, iNews.id - Kedatangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Malang membuat heboh sejumlah pejabat dan politisi. Apalagi sempat beredar kabar penyidik KPK datang untuk melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Di antaranya adalah Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari. Tak hanya itu, penyidik KPK juga dikabarkan mendatangi kantor DPD PDIP Jatim di Kendangsari Surabaya. 

Atas rumor itu, Sri Untari pun membantah. Dia mengaku tidak ada pemanggilan, apalagi OTT seperti ramai dibicarakan. "Saya juga kaget. Itu info dari mana. Dari pagi saya rapat koordinasi pemenangan pileg (pemilihan legislatif) di DPD," katanya kepada wartawan, Senin (8/10/2018) malam.

Sri Untari mengaku kabar penangkapan dirinya juga telah sampai ke DPP PDIP. Sampai-sampai anggota DPRD Jatim ini ditelpon dan diminta menunjukkan foto keberadaannya. "Saya ditelepon DPP, Mbak Untari ndak apa. Di mana sekarang? Bisa minta foto?" kata Untari menirukan pertanyaan koleganya.

Kendati demikian Sri Untari mengaku tenang-tenang saja. Sebab, memang tidak ada penangkapan dan sedang tidak ada persoalan hukum.

Klarifikasi sama juga disampaikan Ketua DPD PDIP, Kusnadi. Dia mengaku kabar tersebut hanya kesalahpahaman dari sumber yang tidak jelas. "Saya dan Mbak Untari bukan korban hoax. Tapi korban kesalahpahaman saja. Kami berencana melaporkan siapa penyebar isu itu. Tapi yang dilaporkan siapa dan apa," kata Kusnadi kepada wartawan.

Menurut Kusnadi, pihaknya pada hari ini di kantor DPD PDIP Jatim sedang melakukan rapat rutin mingguan bersama sejumlah pengurus harian partai lainnya. Rapat dimulai dari pukul 09.00 pagi hingga pukul 16.00 sore.

"Pada rapat itu hadir saya sebagai Ketua DPD, Untari, Bambang Juwono, Erma Susanto, Eddy Paripurna, Budi 'Kanang' Sulistyono dan pengurus yang lain. Kami follow up membahas internal kami di Kabupaten Kediri. Minggu lalu kami lakukan pembekalan caleg dan follow up-nya seperti apa," jelas Kusnadi.

Selain itu, rapat juga membahas Pileg dan Pilpres 2019. Dan, persiapan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan internal partai. Kusnadi juga menunjukkan absensi siapa saja peserta rapat di DPD PDIP Jatim hari ini.

"Di tengah rapat itu, kami ada kabar miring itu. Kami nggak tahu itu kabar darimana. Tahun ini adalah tahun politik. Jadi harus menebalkan daun telinga. Kabar apapun, biarkan saja. Nggak usah ditanggapi. Kalau ditanggapi malah mengganggu kinerja," katanya.

Seperti diketahui, pagi tadi penyidik KPK datang ke Kota Malang. Di kota ini penyidik KPK bahkan meminjam ruangan untuk rapat terbatas dalam rangka penindakan. 

"Ya hari ini KPK izin pinjam ruangan di Polresta Malang. Tetapi dalam rangka apa, kami tidak tahu. Itu bukan wewenang kami," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.


Editor : Himas Puspito Putra