Di Harlah NU, Wali Kota Risma Pamit Segera Akhiri Masa Tugas di Surabaya

Ihya Ulumuddin ยท Minggu, 08 Maret 2020 - 18:15 WIB
Di Harlah NU, Wali Kota Risma Pamit Segera Akhiri Masa Tugas di Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Dok.iNews.id)

SURABAYA, iNews.idWali Kota Surabaya Tri Rismaharini berpamitan di hadapan ribuan Nahdliyyin saat menghadiri Harlah NU ke-94 di Asrama Haji Surabaya, Sabtu (7/3/2020) malam. Orang nomor satu di Surabaya itu mengaku segera mengakhiri masa tugasnya memimpin Kota Surabaya.

“Pada Bulan Februari tahun depan, jabatan saya habis. Saya titip untuk anak-anak Surabaya, agar bisa dirangkul, agar tidak terjerumus,” katanya saat hadir di pengajian akbar dalam rangka peringatan Harlah NU ke-94 dan Madrasah Kader Nadlatul Ulama (MKNU) XXXII di Asrama Haji, Sabtu (7/3/2020) malam.

Risma berharap, jamiyah NU memperkuat pendidikan-pendidikan agama, khsususnya di masjid-masjid. Sehingga nantinya generasi muda yang ada di Surabaya, bisa berbudi luhur, terutama untuk perkembangan anak-anak di Surabaya.

“Kemarin itu saya ngobrol dengan beberapa anak, tiba-tiba marah-marah. Saya tanya ke orang Satpol PP, kenapa dia? Enggak taunya anak itu mabuk. Makanya, saya titipkan mereka ke anggota NU, agar bisa mendidik mereka, melalui pendidikan agama, terutama di Masjid-masjid,” katanya.

Risma juga berharap, agar kerja sama antara pemerintah dan seluruh organisasi yang ada, khususnya NU ini bisa terus terjalin dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari perkembangan Kota Surabaya yang kondisinya lebih kondusif dibanding daerah lain.

“Jadi banyak sekali kerja sama yang sudah kami lakukan antara pemerintah dengan NU ini. Sehingga kita lihat perkembangan Surabaya ini jauh dari pergesekan-pergesekan antarumat. Kondisinya sangat stabil dibandingkan daerah lain,” katanya.

Di hadapan ratusan anggota PCNU Kota Surabaya, Wali Kota Risma bercerita suka dukanya saat dahulu menutup lokalisasi Jarak-Dolly. Meski awalnya sempat dicibir, namun kini ia justru dielu-elukan untuk melanjutkan kepemimpinannya.

“Berat sekali saat itu, banyak sekali gangguan saat membubarkan tempat itu. Tiap malam halaman rumah selalu ada ular, tapi saya kuat. Sekarang Bapak-bapak kalau lewat sana sudah enggak ada gangguan lagi,” ujarnya

Ketua PCNU Kota Surabaya, KH. Ahmad Muhibbin Zuhri menyampaikan, bahwa selama ini kerjasama yang terjalin antar ulama dan umaro di Surabaya berjalan begitu baik. Karena itu, ia berharap, ke depan kerjasama ini bisa terus terjalin untuk kemaslahatan umat, khususnya warga Kota Surabaya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada para kiai, para ulama, tokoh masyarakat, ibu wali kota, semua jajaran Forkopimda dan semua pihak yang telah mendukung. Selama ini telah bekerjasama dengan baik dalam upaya mewujudkan kemaslahatan masyarakat nahdliyin khususnya dan masyarakat Surabaya pada umumnya,” katanya.

Dia berharap, Nahdlatul Ulama (NU) yang dilahirkan di Kota Surabaya ini ke depan bisa menjadi pioner bagi kemajuan khidmat dan kemanfaatan jam'iyah untuk Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya masyarakat Surabaya. Bagaimana antar elemen di Surabaya ini bisa terus berkolaborasi dengan baik, untuk kemajuan Kota Pahlawan.

“Bagaimana NU ini bisa berpikir kreatif, cerdas, dan progresif, berkolaborasi semuanya untuk kemajuan Surabaya. Untuk itu, kami sampaikan terima kasih kepada semuanya yang telah bekerjasama dengan baik,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki