Densus 88 Tangkap Terduga Teroris saat akan Jumatan di Mojokerto, Teman Sekos Ikut Dibawa

Sholahudin · Jumat, 26 Februari 2021 - 18:03:00 WIB
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris saat akan Jumatan di Mojokerto, Teman Sekos Ikut Dibawa
Tim gabungan mengamankan teman sekamar kos terduga teroris di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jatim, Jumat (26/2/2021).  (Foto: iNews/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), saat akan salat Jumat, Jumat (26/2/2021) sore. Teman satu kos korban terduga teroris itu juga turut diamankan.

Penangkapan dilakukan Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di rumah indekos Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat siang sekitar pukul 11.30 WIB. Pascapenangkapan terduga teroris, petugas dari Polsek dan Koramil serta kecamatan datang ke lokasi untuk mengamankan TKP. Seluruh warga sekitar dilarang untuk mendekati lokasi.

Salah satu warga, Jurianto mengatakan, penangkapan dilakukan oleh puluhan petugas saat terduga teroris yang belum diketahui namanya itu berjalan menuju masjid untuk salat Jumat. Petugas langsung mendekati dan memintanya untuk tiarap. Setelah itu, tim langsung memborgol dan memasukkan terduga teroris ke mobil, lalu dibawa ke Polda Jatim.

“Waktu saya ke masjid akan salat Jumat orang itu datang dan mau ke masjid. Orangnya ditanyai, saya ndak tau tanya apa. Trus orang itu dirangkul sampai jatuh, lalu diborgol. Setelah itu dimasukkan ke mobil,” katanya.

Saat penangkapan tersebut, petugas yang ada di lokasi cukup banyak. Namun, dia tidak mengetahui siapa saja mereka. “Banyak orang tadi, tapi saya nggak tahu mereka siapa. Ada yang pakai mobil dan sepeda motor,” ujarnya

Setelah ditangkap, petugas berpakaian preman mengaku dari Polda Jatim menggeledah kamar kos terduga teroris. Petugas kemudian mengamankan beberapa barang seperti laptop, memory card dan barang lainnya.

Kepala Dusun Nur Salam mengatakan, warga setempat mengaku tidak mengenal terduga teroris yang diamankan. Pasalnya, keduanya baru menghuni kamar kos itu sekitar satu bulan. Jika dimintai kartu identitas, keduanya selalu menghindar.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2