get app
inews
Aa Text
Read Next : Emak-Emak di Aceh Barat Demo Tolak Tambang Emas Ditutup, Ini Alasannya

Cerita Aksi Mahasiswa, Tekan Presiden Soekarno hingga Terbit Supersemar

Jumat, 15 April 2022 - 11:15:00 WIB
Cerita Aksi Mahasiswa, Tekan Presiden Soekarno hingga Terbit Supersemar
Demo Tritura (repro).

Pada 10 Januari 1966 itu KAMI mengerahkan massa besar-besaran. Mereka mengusung tiga tuntutan rakyat yang kemudian dikenal bernama Tritura. Ketiga gugatan itu yakni pembubaran PKI, perombakan kabinet Dwikora dan penurunan harga. Unjuk rasa mahasiswa tidak hanya di Jakarta, tapi juga berlangsung di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar dan Banjarmasin.   

Yozar Anwar dalam buku Angkatan 66: Sebuah Catatan Harian, menyebut 10 Januari 1966 sebagai “Hari Kebangkitan Mahasiswa Indonesia”. Digambarkan bagaimana para mahasiswa mampu menjaga solidaritas secara ketat. Di bawah terik panas matahari bulan Ramadan, para aktivis mahasiswa tetap mempertahankan puasanya.

Mereka yang beragama non muslim bersolider. Christianto Wibisono dalam buku Aksi-aksi Tritura: Kisah Sebuah Partnership 10 Djanuari-11 Maret 1966, menyebut mereka (mahasiswa non muslim) menahan diri untuk tidak merokok. Juga tidak ada yang menikmati sebutir permen.

"Semua massa KAMI ini bertekad menunggu sampai ada seorang menteri atau waperdam yang muncul menerima Tritura," kata Christianto Wibisono

Yel-yel ejekan mahasiswa berkumandang di mana-mana. Mereka tidak hanya mengejek para menteri, tapi juga Bung Karno.  Mahasiswa kecewa dengan kehidupan seksual yang berlansung permisif dan liar di istana kepresidenan. Mereka melampiaskan kemarahan dengan mencorat–coret dinding rumah Hartini, salah seorang istri Bung Karno.

Dalam Catatatan Seorang Demonstran, Hok Gie menulis, coretan kata-kata “sarang sipilis” , “lonte agung istana”, dan “lonte gerwani agung” itu membuat Bung Karno marah besar dan mengatakan,” Hartini adalah istriku dan aku adalah bapakmu, jadi dia ibumu. Inikah yang dilakukan seorang anak terhadap ibunya?”.

Akibat tekanan mahasiswa yang berlangsung terus-menerus, pada 21 Februari 1966 pemerintah mengumumkan reshuffle kabinet Dwikora. Namun hasil reshuffle justru mengecewakan, karena menteri anti Gestapu justru diganti. Pada 23 Februari 1966 mahasiswa kembali turun ke jalan, menggelar demonstrasi.

Editor: Ihya Ulumuddin

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut