Cemburu Buta, Remaja di Malang Tusuk Pacar lalu Buang Jasad ke Jurang

Saif Hajarani ยท Minggu, 17 Mei 2020 - 15:11 WIB
Cemburu Buta, Remaja di Malang Tusuk Pacar lalu Buang Jasad ke Jurang
Proses evakuasi jenazah korban pembunuhan di Malang. (Foto: iNews/Saif Hajarani)

MALANG, iNews.id – Seorang remaja di Malang, Jawa Timur (Jatim) tega menghabisi nyawa kekasihnya lantaran cemburu buta. Pelaku menusuk leher korban lalu membuang jasadnya ke jurang.

Penemuan mayat perempuan di jurang tersebut sontak menggegerkan warga Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Jasad perempuan malang tersebut berinisial AR (16) warga Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Sementara pelaku pembunuhan merupakan kekasih korban, HY (17).

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula dari laporan orang tua pelaku terkait tindakan anaknya. Mendapatkan laporan tersebut, polisi bersama Tim SAR langsung menuju lokasi kejadian Sabtu (17/5/2020) malam dan menangkap pelaku di rumah.

“Orang tua pelaku menelpon polisi untuk sekitar pukul 16.00 WIB. Tim buser segera mendatangi rumah pelapor. Di sana, pelaku juga mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap pacar,” katanya.

Di rumah tersebut, polisi juga menyita gunting yang digunakan membunuh serta sepada motor milik korban. Petugas segera menuju lokasi pembunuhan untuk mengetahui kondisi korban namun sudah tewas.

Kondisi medan yang terjal dan gelap membuat para petugas sempat kesulitan melakukan evakuasi jasad. Proses evakuasi memakan waktu hingga satu jam dan langsung dibawa ke kamar jenazah rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Dari hasil pemeriksaan, kasus pembunuhan ini berawal ketika HY cemburu lantaran melihat foto korban dengan laki-laki lain. Pelaku lantas mengajak korban ke lokasi dan sempat terjadi adu mulut.

Pelaku yang tersulut emosi, langsung menusuk leher korban dengan gunting yang sudah dipersiapkan di jok motor. Setelah tewas, korban diseret sejauh tujuh meter lalu dibuang ke jurang.

Kini pelaku masih dalam proses pemeriksaan polisi. Kasus ini dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak lantaran pelaku masih di bawah umur. Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 80 Ayat 3 Junto Pasal 76 c UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah