Cegah Covid-19, Pemprov Jatim Sediakan Room Screening dan Drive Through Disinfektan

Ihya Ulumuddin ยท Senin, 23 Maret 2020 - 14:56 WIB
Cegah Covid-19, Pemprov Jatim Sediakan Room Screening dan Drive Through Disinfektan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencoba alat Sico (Sikat Corona) di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jatim. (Foto: iNews.id/Pemprov Jatim)

SURABAYA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mulai menerapkan protokol kesehatan baru untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tamu yang akan masuk ke kantor dan gedung di lingkungan Pemprov Jatim diwajibkan untuk melakukan screening melalui penyemprotan cairan disinfektan.

Salah satunya diterapkan di lingkungan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya. Mulai hari ini, Senin (23/3/2020), setiap orang baik tamu maupun ASN yang akan masuk ke Grahadi harus melalui room screening yang didatangkan khusus dari Universitas Brawijaya Malang.

Alat bernama Sico (Sikat Corona) tersebut akan menyemprotkan cairan disinfektan secara otomatis kepada setiap orang yang masuk dalam bilik kecil tersebut.

"Kita menyiapkan room screening di setiap kantor pemerintahan di lingkungan Pemprov. Hari ini kita mulai di Grahadi. Kemudian menyusul di kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karena ASN akan tetap masuk kerja dengan sistem satu hari masuk kantor satu hari bekerja di rumah," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, tidak hanya orangnya yang disemprotkan disinfektan. Kendaraan yang masuk ke Grahadi juga di-screening dengan penyemprotan disinfektan secara drive through.

Sebuah tenda menyerupai lorong sudah didirikan sejak kemarin sore untuk penyemprotan disinfektan drive through tersebut. Setiap kendaraan yang masuk ke lingkungan Grahadi harus berhenti sejenak di lorong tersebut untuk penyemprotan cairan disinfektan.

Khofifah telah meninjau langsung persiapan operasional dua alat screening tersebut. Dia bahkan mencoba masuk ke dalam Sico dan disemprot cairan disinfektan.

"Caranya mudah. Masuk ke room screening, tekan tombol untuk memulai penyemprotan. Hanya beberapa detik lalu tekan tombol matikan dan sudah selesai," kata Khofifah.

Dia berharap dengan upaya ini akan turut mencegah penyebaran virus corona di Jatim. Masyarakat yang masih harus bekerja atau beraktivitas di lingkungan Pemprov Jatim tetap terjaga tubuhnya dari potensi penularan virus.

"Namun, kami tak henti mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tidak beraktivitas di luar rumah kecuali benar-benar urgent. Mulai hari ini pun ASN di lingkungan Pemprov juga kian kami batasi aktivitasnya dengan bekerja di kantor sehari dan bekerja di rumah sehari," kata Khofifah.

Hingga Minggu (22/3/2020), update perkembangan Covid-19 di Jatim kian meningkat. Total sebanyak 41 kasus positif Covid-19 yang tersebar di Surabaya, Malang Raya, Magetan, Sidoarjo dan Blitar. Kemudian, sebanyak 999 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan juga 88 Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Saya terus mengimbau agar masyarakat tinggal di rumah dan keluar hanya untuk sesuatu yang urgent. Hindari keramaian, tunda jika akan menyelenggarakan kegiatan yang akan mengundang banyak orang. Makan makanan yang sehat, olah raga yang cukup dan terus berdoa agar penyebaran Covid-19 segera terhenti," katanya.


Editor : Maria Christina