Soal Gelandangan, Guru Besar Ini Sarankan Risma Lihat 'Desaku Menanti' di Malang

Deni Irwansyah ยท Jumat, 08 Januari 2021 - 14:33:00 WIB
Soal Gelandangan, Guru Besar Ini Sarankan Risma Lihat 'Desaku Menanti'  di Malang
Mensos Tri Rismaharini menemui pemulung/gelandangan di Jakarta Pusat. (Foto: Twitter/PDIP).

MALANG, iNews.id - Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini menemui gelandangan (tunawisma) di DKI Jakarta menuai kritik guru besar Universitas Islam Malang (Uisma) Mas'ud Said. Menurutnya, cara penananganan sosial tersebut tidak efektif karena hanya dilakukan secara parsial. 

Mas'ud mengatakan, penanganan masalah sosial, terutama Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) harus terintegerasi dan terukur. Selain karena jumlahnya banyak, problem mereka juga bermacam-macam. 

"Kalau setiap hari menemui satu per satu tunawisma, lalu jumlahnya tunawisma se Indonesia berapa. Kalau jumlah puluhan ribu, maka butuh puluhan ribu hari untuk melakukan penanganan," kata mantan Staf Khusus Menteri Sosial bidang Program Kerja dan SDM di periode pertama pemerintahan Jokowi ini.

Mas'ud mengingatkan, di Kementerian Sosial ada Direktorat Jenderal (Dirjen) Rehabilitasi Sosial. Selama ini mereka telah melakukan banyak program solutif dalam penanganan PMKS, seperti pembangunan terintegrasi 'Desaku Menanti' di beberapa titik di Indonesia. 

Beberapa di antaranya di Gunung Kidul, Padang, Pasuruan dan juga di Kota Malang. Selain sukses menangani PMKS, program tersebut kini juga menjadi penggerak ekonomi kreatif sebagai desa wisata.

"Kami berharap Bu Menteri Risma melalui Kemensos yang saat ini, bisa melanjutkan apa-apa yang dulu di tahun 2015 hingga 2017 telah dirancang Kemensos, terutama berkaitan dengan penanganan gepeng dan PMKS," katanya. 

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2 3