Berkas Sudah P-21, Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Disidangkan

Rahmat Ilyasan ยท Rabu, 29 April 2020 - 20:00 WIB
Berkas Sudah P-21, Kasus Investasi Bodong MeMiles Segera Disidangkan
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan barang bukti kasus investasi bodong MeMiles. (foto: dokumentasi)

SURABAYA, iNews.id – Berkas kasus investasi bodong MeMiles (PT Kam and Kam) dinyatakan sempurna (P-21) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim). Seluruh berkas pemeriksaan dinyatakan komplet, sehingga kasus yang menyeret sejumlah figur publik ini segera disidangkan.

Seluruh barang bukti berikut tersangka dalam kasus ini dilimpahkah ke Kejati Jatim, Rabu (29/4/2020). Di antaranya 28 unit mobil berbagai jenis dan uang tunai Rp150 miliar; tiga unit motor; rekening BCA atas nama PT Kam dan Kam; dokumen pembelian bonus; 20 unit laptop berisi data member serta 23 unit handphone milik master MeMiles.

Sedangkan para tersangka antara lain dua bos PT Kam and Kam, motivator sekaligus perekrut artis (Eva); tim IT (Prima Hendika) serta petugas membagi bonus (Sri Wiwit).

“Hari ini (barang bukti) sudah kita limpahkan ke Kejaksaan (Kejati Jatim), sehingga tuntas sudah kasus MeMiles. Perkara pokok dalam kasus ini sudah selesai semua. Selanjutnya masuk tahap penuntutan dan proses sidang” kata Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Rabu (29/4/2020).

Gidion menjelaskan, selain perkara pokok (dugaan penipuan), penyidik juga menemukan indikasi Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU). Namun, saat ini pihaknya masih mengumpulkan barang bukti.

“Kasus ini (MeMiles) berkembang. Kemungkinan berlanjut ke TPPU. Ada beberapa hal yang masih kami lengkapi. Kami akan lanjutkan,” ujarnya.

Diketahui, kasus investasi bodong ini mulai terbongkar pada Desember tahun lalu. Sejumlah figur publik yang mendapatkan reward atas bisnis ilegal ini juga diperiksa sebagai saksi. Di anaranya Eka Deli, Marcello Tahitoe, Siti Badriah, Adjie Notonegoro, Pinkan Mambo, Tata Janeeta hingga cucu mantan Presiden Soeharto, Ari Sigit.


Editor : Ihya Ulumuddin