Beraksi di 22 TKP, Pembobol SD di Jombang Akhirnya Tertangkap 

Mukhtar Bagus, Tritus Julan · Kamis, 16 September 2021 - 18:29:00 WIB
Beraksi di 22 TKP, Pembobol SD di Jombang Akhirnya Tertangkap 
Pelaku pembobol SD digelandang ke Mapolres Jombang, Kamis (16/9/2021). (Foto: Sindonews/Tritus Julan).

JOMBANG, iNews.id - Pelaku pembobol SDN Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akhirnya tertangkap. Pelaku bernama Moch Jinar Ridwan, warga Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Jombang diringkus polisi setelah terbukti mencuri LCD dan laptop milik sekolah. 

Hasil penyelidikan polisi, penjual pentol itu sudah beraksi di 22 tempat kejadian perkara (TKP) berbeda, termasuk di SDN Podoroto. Polisi juga terpaksa menembak kakinya karena berusaha melarikan diri. 

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengungkapkan, pelaku diringkus polisi selang sehari usai membobol SDN Podoroto. Dalam aksinya, pelaku berhasil mencuri 3 buah LCD proyektor serta sebuah laptop milik sekolah, hardisk CCTV serta sebuah sepatu milik guru di sekolah tersebut.

"Setelah dilakukan penyelidikan dan hasil olah TKP, petunjuk mengarah ke pelaku. Meskipun pelaku berhasil membawa hardisk rekaman CCTV, namun kawan-kawan di Reskrim akhirnya bisa mengungkap pelaku pencurian ini," kata Kapolres dalam konferensi pers, Kamis (6/9/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Ridwan mengaku sudah beraksi di 22 TKP. Dia membobol sekolah-sekolah di Jombang baik SDN maupun SMPN sejak tahun 2020 silam. Pada aksinya, pelaku selalu mengambil barang-barang elektronik dan benda-benda berharga di sekolah yang menjadi sasarannya.

"Pelaku selalu mengambil hardisk CCTV dan mesin penyimpanan untuk menghilangkan jejak. Sejauh ini pelaku sudah beraksi di 22 TKP, jadi sejak tahun 2021 sampai kemarin itu di SDN Podoroto Kesamben," tuturnya. 

Tak hanya meringkus Ridwan, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti hasil curian. Di antaranya 1 unit ampli, 3 unit LCD proyektor, 2 buah printer, 3 buah speaker aktif, 1 buah hardisk, 1 buah anak obeng, 1 buah kubut, 1 unit sepeda motor honda vario tanpa pelat nomor.

"Kami masih menindaklanjuti kasus ini. Untuk tersangka akan dikenakan pasal 363 ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana paling lama 7 tahun," ucap Kapolres.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: