Bantah Serobot Mobil PCR, Tim Covid-19: Itu untuk Seluruh Jatim Bukan Surabaya Saja

Ihya Ulumuddin ยท Jumat, 29 Mei 2020 - 21:50 WIB
Bantah Serobot Mobil PCR, Tim Covid-19: Itu untuk Seluruh Jatim Bukan Surabaya Saja
mobil PCR bantuan BNPB

SURABAYA, iNews.id – Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jatim membantah telah menyerobot bantuan mobil PCR untuk Kota Surabaya. Menurut mereka, mobil PCR bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikirim untuk semua kebutuhan di Jatim, bukan Surabaya saja.

Rekomendasi tersebut berdasarkan surat pengajuan bantuan yang dilayangkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada BNPB tertanggal 11 Mei lalu.

Dalam surat No. 00/34/COVID-19/V/2020 itu, gubernur memohon bantuan mesin RT-PCR sebanyak 15 unit (merk abboth 580 atau roche cobas Z 480). Kedua meminta cartridge sejumlah 3.500 buah bagi rumah sakit yang memiliki kemampuan melakukan tes cepat molekuler (TCM) GeneXpert.

“Jadi mobil lab (PCR) tidak hanya untuk Surabaya, tetapi juga daerah lain, seperti Lumajang dan Tulungagung karena butuh bantuan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono, Jumat (29/5/2020).

Suban mengatakan, tujuan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta bantuan mobil PCR itu untuk menyelesaikan yang belum di PCR. Tujuannya, pasien tidak terlalu lama di rumah sakit, atau yang tanpa gejala, tidak terlalu lama di RS Karantina.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi mengatakan, begitu tiba di Surabaya, mobil PCR langsung diarahkan membantu swab ke RS Unair. Kemudian sorenya ke Asrama Haji Sukolilo. “Mobil ini di Asrama Haji itu dua hari, Rabu sore sama kemarin Kamis. Di sana menyelesaikan 300 tes,” katanya.

“Di hari ketiga (29 Mei), Bu Feni (Kadinkes Surabaya), menugaskan stafnya, Ibu Deni. Tetapi bu Deni tidak memyampaikan acaranya Surabaya apa, sehingga mobil kita kirim ke Lamongan dan Tulungagung. Sebab sudah janjian,” katanya.

Selain itu, alasan menggeser ke Tulungagung menurut Joni karena berdasarkan rapat Forkopimda, Tulungagung sedang membutuhkan. Sebab, banyak Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tidak teridentifikasi.

“Walaupun Tulungagung sudah dikirimi PCR tapi belum jalan, masih dalam optimasi. Kita kirim ke Tulungagung satu mobil sesuai hasil rapat Forkopimda biar di sana tidak menyebar karena ada klaster besar di sana, ” katanya.

Kemudian, satu mobil lagi digeser ke Lamongan yang selama ini menunggu tes PCR tahap kedua dan menunggu ruang isolasinya. “Lamongan kan tinggi. Besok Surabaya lagi, saya minta jadwalnya ke dr Feny (Kadinkes Surabaya). Mana Surabaya, akan didatangi,” katanya.

Menurut Joni, jadwal operasional mobil PCR di setiap daerah sifatnya fleksibel, sehingga begitu ada yang siap, bisa langsung digeser. “Makanya kalau ada fokus-fokus bisa didatangi. Menurut BNPB mobil itu sampai 2 Juni di sini,” katanya.

Diketahui, Wali Kota Surabaya marah karena mobil PCR dialihkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim ke Lamongan dan Tulungagung. Risma mengklaim, mobil PCR bantuan BNPB tersebut dikirim khusus untuk Kota Surabaya.


Editor : Ihya Ulumuddin