Banjir Bandang yang Terjang Kecamatan Ijen Bondowoso Surut, 2 Warga Luka Ringan

Antara, Riski Amirul Ahmad ยท Rabu, 29 Januari 2020 - 21:22 WIB
Banjir Bandang yang Terjang Kecamatan Ijen Bondowoso Surut, 2 Warga Luka Ringan
Sejumlah warga berusaha mencari barang-barangnya di endapan lumpur akibat banjir bandang yang melanda Desa Sempol, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (29/1/2020). (Foto: Istimewa)

BONDOWOSO, iNews.id – Dua warga Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim), mengalami luka ringan akibat banjir bandang yang menerjang wilayah itu, Rabu (29/1/2020) sore. Salah seorang di antaranya warga lanjut usia (lansia).

“Dua korban yang luka ringan itu, salah satunya seorang lansia dirawat di Puskesmas Ijen dan sekarang kondisinya membaik,” kata Kepala Pusat Data, Informasi (Kapusdatin) dan Komunikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo dalam rilisnya di Bondowoso, Rabu malam.

Dia mengatakan, saat ini banjir bandang yang masuk ke permukiman warga di kawasan lereng Kawah Ijen itu telah surut. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso bersama personel TNI dan Polri, relawan, masyarakat, kalangan pemilik usaha dan instansi terkait, langsung bergotong royong membersihkan sisa material lumpur akibat banjir bandang.

BPBD juga telah membuka dapur umum di Kantor Kecamatan Ijen. Selain itu, BPBD Kabupaten Bondowoso sudah menetapkan SK Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung tanggal 29 Januari hingga 11 Februari 2020. “Cuaca di lokasi saat ini dalam kondisi cerah,” katanya.

Diketahui, ratusan rumah di Desa Sempol, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, diterjang banjir bandang. Sebelumnya di wilayah atas, yakni Gunung Suket, Jampit, diguyur hujan deras.

Kepala BPBD Bondowoso Kukuh Triyatmoko sebelumnya menyebutkan, akibat banjir bandang itu, sekitar 200 rumah warga di Desa Sempol terendam lumpur setinggi sekitar 30 cm.

“Terdampak banjir bandang diperkirakan ada 200 rumah, namun itu sementara. Kami bersama petugas lainnya masih melakukan pendataan,” ujarnya.


Editor : Maria Christina