Apresiasi TNI-Polri, Khofifah Bagikan 100 Unit Motor Trail ke 5 Kodim dan 5 Polres

Ihya Ulumuddin ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 15:26 WIB
Apresiasi TNI-Polri, Khofifah Bagikan 100 Unit Motor Trail ke 5 Kodim dan 5 Polres
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran serta Sekdaprov Heru Tjahjono. (Foto: SINDOnews/Lukman Hakim)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Khofifah Indar Parawansa memberikan hadiah 100 unit motor trail kepada lima Komando Distrik Militer (Kodim) dan lima Kepolisian Resor (Polres) di wilayah Jawa Timur. Apresiasi ini diberikan ke aparat karena telah yang berhasil menurunkan status risiko penyebaran Covid-19 dari status zona merah menjadi zona kuning.

Kelima daerah tersebut yakni Kabupaten Trenggalek, Kota Pasuruan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Lumajang dan Kota Blitar. Masing-masing Kodim dan Polres memperoleh 10 unit motor trail.

"Ini bagian dari apresiasi Pemprov Jatim kepada TNI/Polri yang sudah kerja keras, bahu membahu memutus mata rantai penularan Covid-19 di Jatim," ujar Khofifah seusai Memberikan pengarahan kepada Jajaran Korem, Kapolres dan Dandim se-Jatim di Gedung Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya, bukan perkara mudah mengedukasi sekaligus menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melawan Covid-19. Kondisi ini mengingat tidak sedikit masyarakat yang belum paham apa itu Covid-19 dan akibat serta bahaya yang ditimbulkan. Termasuk di antaranya, bagaimana cara pencegahannya. Tidak heran jika masyarakat masih banyak yang menyepelekan pandemi tersebut.

"Covid-19 ini kan virus baru. Kita berburu dengan waktu agar mata rantai penularannya bisa putus. Nah, peran mengedukasi masyarakat inilah yang banyak diperankan para anggota TNI/Polri. Khususnya, melalui program Kampung Tangguh," katanya.

Khofifah mengatakan, perubahan status zona di lima kabupaten/kota tersebut menjadi bukti Program Kampung Tangguh berhasil menurunkan kurva penularan Covid-19. Faktor pendorong utama yakni keterlibatan penuh masyarakat berbasis RT-RT yang kemudian direkatkan ditingkatan RW.

"Sehingga rentang kendalinya atau spent of control-nya sangat bergantung kepada Dandim dan Kapolres sampai dengan Babinsa dan Babinkabtibmas setempat," ucapnya.

Lebih lanjut, Khofifah meminta kepada seluruh jajaran TNI/Polri di Jatim untuk terus memperkuat dan memperluas kampung tangguh melalui maksimalisasi dari koordinasi, konsolidasi dan sinergitas di lini paling bawah.

“Pak Pangdam dan Pak Kapolda sangat cepat mendirikan dan mengembangkan Kampung Tangguh di Jatim. Menurut data yang disampaikan Pak Kapolda, saat ini telah berdiri 637 Kampung Tangguh di Jatim. Hasilnya menunjukkan ada signifikansi terhadap penurunan Covid-19," katanya.

"Ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan yang tidak sekadar memasuki transisi, tetapi untuk mengawal ketika pada saatnya kita memasuki new normal yang sebenarnya. Maka mengawal dari kedisiplinan Kampung Tangguh ini menjadi bagian yang sangat penting,” ujar Khofifah.

Penguatan kampung tangguh ini menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan Jatim dalam menangani pandemi Covid-19.

Berdasarkan data dari infocovid19.jatimprov.go.id per 12 Juni 2020, attack rate atau tingkat serangan Covid-19 di Jatim masih berada pada angka 14,5. Sementara Surabaya menjadi wilayah yang paling beresiko dengan attack rate-nya mencapai 107,6. Artinya, setiap 100.000 populasi warga Surabaya, sebanyak 107 di antaranya beresiko positif Covid-19.

Penambahan kasus positif Covid-19 mingguan di Jatim mencapai 1.090, kemudian jumlah total kasus mencapai 7.213 orang. Kasus sembuh 2.117 atau 29,35%, dan kasus meninggal mencapai 588 (8,15%).

"Meski sudah penyebaran virus mulai terkontrol dan mulai banyak zona merah turun menjadi kuning di Jatim, saya tetap berpesan pada masyarakat jika Jatim ini belum aman. Masa transisi new normal bukan berarti pelonggaran seluas-luasnya yang kemudian justru membuat euforia di masyarakat. Kita harus tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan sehingga tidak ada second wave penularan di Jatim," kata Khofifah.


Editor : Donald Karouw