Anak yang Bunuh dan Cor Mayat Ayah di Musala Divonis 20 Tahun Penjara, Ibunya 10 Tahun

Bambang Sugiarto ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 06:01 WIB
Anak yang Bunuh dan Cor Mayat Ayah di Musala Divonis 20 Tahun Penjara, Ibunya 10 Tahun
Suasana sidang putusan perkara pembunuhan oleh anak dan ibu di PN Jember, Jatim, Kamis (2/7/2020). (Foto: iNews/Bambang Sugiarto)

JEMBER, iNews.id – Masih ingat dengan pembunuhan sadis juragan kopi di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo,Kabupaten Jember, yang mayatnya dicor di lantai musala rumah? Sidang perkara pembunuhan melibatkan anak dan ibu yang terungkap pada November 2019 tersebut telah memasuki tahap putusan, Kamis (2/7/2020).

Bahar Mario (27), anak kandung korban Surono (50), divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember. Sementara ibu kandungnya Busani (45) yang juga istri korban, dihukum 10 tahun penjara. Keduanya bersekongkol membunuh Surono pada Maret 2019 lalu.

Suasana sidang dengan agenda putusan dengan terdakwa Bahar Mario dan ibunya bernama Busani di Kantor PN Jember hanya dihadiri oleh segelintir orang. Pasalnya, sidang tersebut dilakukan dengan cara virtual. Sementara kedua terdakwa mengikuti sidang di Kantor Kejaksaan Negeri Jember.

Dalam sidang putusan itu, Suwarjo selaku Ketua Majelis Hakim memutuskan 20 tahun hukuman penjara kepada Bahar Mario karena terbukti bersalah membunuh dengan kejam ayah kandungnya Surono.

Mayat korban dikuburkan dan disemen dalam tanah di bawah lantai musala rumahnya. Sementara ibunya Busani diputus 10 tahun penjara lantaran ikut membantu aksi pembunuhan itu.

Tak ada hal hal yang meringankan hukuman Bahar Mario karena dia dengan sadar dan kejam membunuh ayah kandungnya. Apalagi dalam persidangan, Bahar dinilai sangat berbelit-belit saat memberikan keterangan. Tak hanya itu, dalam persidangan, terdakwa dinilai menunjukkan perangai kurang sopan.

Sementara hal yang meringankan ibunya Busani, tidak pernah dipenjara sebelumnya. Dalam persidangan, terdakwa juga sopan dan memberikan keterangan tidak berbelit-belit.

Usai persidangan, Kuasa Hukum Terdakwa Bahar Mario, Karuniawan Hamzah mengatakan, akan melakukan banding. Dia menilai majelis hakim tidak mempertimbangkan satu pun keterangan terdakwa yang seharusnya bisa meringankan hukumannya.

“Klien kami divonis 20 tahun dan tidak ada hal yang meringankan. Kami dari tim penasihat hukum Mario akan banding. Tapi, kami harus bertemu dulu dengan klien kami, baiknya bagaimana,” kata Karuniawan Hamzah.

Sementara itu kuasa hukum Busani, Siti Anisa, juga akan melakukan banding atas putusan itu. Namun demikian, dia masih akan melakukan pertemuan dulu dengan terdakwa Busani.

“Ya, kami juga akan mempelajari lagi putusan majelis hakim. Kami upayakan bertemu Busani untuk membicarakan bagaimana baiknya,” kata Siti Anisa.

Diketahui, kasus pembunuhan sadis ini terungkap setelah penemuan kerangka manusia di lantai musala rumah warga Dusun Juroju, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jembe. Kerangka itu merupakan Surono, juragan kopi pemilik rumah tersebut.

Anak dan ibunya yang juga suami korban bersekongkol menghabisi Surono dengan alasan berbeda. Si istri tega membunuh suaminya karena dendam pernah diselingkuhi sedangkan sang anak menghabisi nyawa ayahnya untuk mendapat harta warisan.

Surono mereka eksekusi pada Maret 2019. Dia dibunuh saat terlelap dalam rumah dengan besi berdiameter 10 cm. Kepalanya dihantam hingga tengkorak rahang dan pipinya hancur. Mayatnya kemudian dikubur dan dicor oleh kedua pelaku di area dapur rumah, yang kemudian dijadikan musala.


Editor : Maria Christina