Anak Bacok Leher Ibu dan Ayah Kandung di Mojokerto, Ini Motifnya

Sholahudin ยท Senin, 28 September 2020 - 19:15 WIB
Anak Bacok Leher Ibu dan Ayah Kandung di Mojokerto, Ini Motifnya
Tersangka penganiayaan ibu dan ayah kandung, Adi Murdiyanto saat menjalani pemeriksaan di Polres Mojokerto, Senin (28/9/2020).(iNews.id/Sholahudin)

MOJOKERTO, iNews.id – Sakit hati menjadi alasan Adi Murdiyanto (25) tersangka pecobaan pembunuhan terhadap ayah dan ibu kandung di Mojokerto. Pria penjual bubur itu mengaku kesal lantaran dilarang kedua orang tuanya bekerja di Sidoarjo.

Motif percobaan pembunuhan anak terhadap orang tua kandung ini terungkap dari hasil penyelidikan selama dua hari terakhir. Polisi juga sudah melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku dan hasilnya normal.

“Dari serangkaian pemeriksaan, terungkap bahwa motif penganiayaan ini karena sakit hati. Tersangka marah karena dilarang bekerja di Sidoarjo. Orang tuanya ingin dia tetap berjualan bubur di Mojokerto, tetapi tidak mau,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifalfy, Senin (28/9/2020).

Rifaldi menjelaskan, kedua orang tua korban melarang karena pertimbangan iba. Mereka khawatir, tersangka tidak ada yang mengurus selama di Sidoarjo. Sebab, selama ini semua keperluan berjualan bubur disiapkan orang tuanya.

“Tetapi, kami masih terus dalami, termasuk dugaan pengaruh narkoba pada tersangka,” katanya.

Sementara itu, atas perbuatanya tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 44 ayat 2 Undang-Undang Kekerasan dalam Rumah Tangga Nomor 23 Tahun 2004 dan Pasal 53 KUHP Percobaan Pembunuhan. Ancaman hukumannya di atas 10 tahun penjara.

Diketahui, seorang anak di Desa Jumeneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto nekat menganiaya kedua orang tuanya hingga kritis. Penganiayaan itu dilakukan dengan membacok leher kedua korban dengan senjata tajam. Aksi biadab itu dilakukan saat kedua korban tidur.

Akibat penganiayaan ini kedua korban kritis dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara pelaku telah diamankan di Polres Mojokerto.


Editor : Ihya Ulumuddin