79 Persen Pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo Berasal dari Surabaya

Ihya Ulumuddin ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 14:54 WIB
79 Persen Pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo Berasal dari Surabaya
Dirut RSUD Dr Soetomo, dr Joni Wahyudiadi. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Pasien Covid-19 di RSUD Dr Soetomo mayoritas berasal dari Kota Surabaya. Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur (Jatim), jumlah warga Surabaya yang dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu mencapai 865 orang atau sekitar 79 persen dari seluruh pasien Covid-19 yang dirawat.

“Pasien Covid-19 di RSUD Soetomo ada 1.079 orang. Dari jumlah itu, 865 pasien dari Surabaya. Sekitar 79 persen,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyudiadi, Selasa (30/6/2020).

Sementara sebanyak 232 pasien lagi atau 21 persen lainnya berasal dari sejumlah daerah di Jatim, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Maluku. “Surabaya paling banyak, 79 persen. Sedangkan non-Surabaya hanya 21 persen,” ujarnya.

Atas banyaknya pasien tersebut, utilitas untuk penanganan Covid-19 juga menjadi terbatas. Untuk ruang isolasi misalnya, sebanyak 232 bed yang disediakan oleh Soetomo terisi penuh.

“Ini pembagiannya ada di ICU, ada yang di HCU, dan ada yang di low care unit. Kami berharap tidak ada gelombang kedua atau second wave,” kata pria yang juga Direktur Utama RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.

Mengenai ketersediaan alat pelindung diri (APD) di RSUD Dr Soetomo Surabaya, aman. Masker bedahnya mencapai 156.000.

“Kebijakannya kami tidak mau menyimpan di gudang terlalu banyak. Karena kalau disimpan di gudang terlalu banyak, bisa berisiko. Risiko hilang, terbakar. Jadi kalau mau habis atau persediaan menipis, kami beli atau minta ke Gugus Tugas Pusat, mengirim surat ke Kementerian Kesehatan,” katanya.

Joni menuturkan, RSUD dr Soetomo juga banyak menerima sumbangan. Semua sumbangan bisa diterima sesuai dengan aturan. “Semua sumbangan itu kita catat dan oleh KPK minta di-upload. Kami upload dengan perkiraan harganya,” katanya.


Editor : Ihya Ulumuddin