3 Tahun Mangkrak, Pasar Wisata Keputih Surabaya Kembali Dihidupkan

Hari Tambayong · Selasa, 31 Mei 2022 - 20:24:00 WIB
3 Tahun Mangkrak, Pasar Wisata Keputih Surabaya Kembali Dihidupkan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meresmikan Pasar Wisata Harmoni di Keputih, Selasa (31/5/2022). (Foto: iNews.id/Hari Tambayong).

SURABAYA, iNews.id - Pasar Wisata Harmoni Keputih Surabaya kembali dihidupkan setelah lebih dari tiga tahun mangkrak. Sentra kuliner UMKM ini dipoles dengan tampilan baru, sehingga terlihat cantik dan kekinian. 

"Kalau dilihat tempatnya ini strategis, sebelah kanan ada Taman Harmoni dan sebelah kiri ada Terminal Keputih. Sekarang tampilannya kekinian, dan digawe cangkruk (nongkrong) enak," kata Wali Kota Eri Cahyadi usai peresmian ulang pasar, Selasa (31/5/2022).

Eri mengatakan, sebelum direkondisi oleh Pemkot Surabaya, pasar rakyat itu kondisinya sepi. Kondisi itu disebabkan karena tampilan maupun barang yang dijual di pasar kurang diminati warga sekitar. Akhirnya, selama tiga tahun itu pasar tak berfungsi dan para pedagang di sana memilih untuk keluar.

"Saya bilang, ketika membangun sesuatu lihat dulu kondisi sekitar. Yang dibutuhkan apa, jangan yang dibutuhkan SWK (Sentra Wisata Kuliner), yang dibangun pasar basah," ujarnya. 

Karena itu, untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi di sana, pemkot melakukan evaluasi serta meminta masukan dari warga sekitar. Menurutny, warga di sana mengaku lebih menginginkan SWK atau tempat bersantai dilengkapi kuliner dari pada pasar basah. Alhasil, dari beberapa masukan warga serta melihat kondisi sekitar, Pasar Wisata Harmoni Keputih kemudian direkondisi.

"Akhirnya kita buka SWK karena di samping belakang ada Taman Harmoni dan sampingnya itu Terminal. Setelah dibuka, saya bilang tempatnya yang menarik. Ternyata sekarang kalau malam sangat luar biasa ramainya, dan euforia serta keberhasilan ini harus kita pertahankan," katanya. 

Wali kota yang lekat disapa Mas Eri itu kembali menyampaikan kepada jajarannya agar ketika akan membangun sesuatu harus disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di sekitar. Di sisi lain, ia juga berpesan agar setiap pembangunan disesuaikan pula dengan perkembangan zaman. 

"Alhamdulillah, teman-teman sekarang ketika akan membangun sesuatu pun akan berdiskusi dulu dengan warganya apa yang diinginkan. Dan hari ini sudah terbentuk," tuturnya.

Selain diisi oleh sejumlah pedagang lama, Mas Eri mengungkapkan, jika sekarang ini pedagang yang ada di Pasar Wisata Harmoni Keputih, berasal dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Namun, sebelum mulai berjualan di sana, mereka pun diberikan pembekalan oleh Pemkot Surabaya.

"Ada 17 MBR yang kita latih yang mereka juga berjualan di sini (pasar) melengkapi 20 pedagang lama. Alhamdulillah, yang 17 itu MBR warga sekitar, kita latih, kita kurasi masakannya enak dan masukkan di sini," katanya. 

Pada peresmian itu, Mas Eri kembali memastikan, bahwa aset pemkot harus bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Kota Pahlawan. Karenanya, pemkot sekarang ini gencar memanfaatkan aset itu untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan, seperti menjadi pengusaha pasir, paving hingga kuliner.

Editor : Ihya Ulumuddin

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: