23 Hari Berlalu, Keluarga Cemas Tunggu Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

Avirista Midaada · Senin, 28 November 2022 - 15:07:00 WIB
23 Hari Berlalu, Keluarga Cemas Tunggu Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan
Aparat kepolisian mengamankan lokasi autopsi terhadap dua korban Tragedi Kanjuruhan di TPU Desa Sukolilo, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11/2022). (Foto: Avirista Midaada)

MALANG, iNews.id - Pihak keluarga dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan, NDR (16) dan NDA (14), yang diautopsi pada Sabtu (5/11/2022), dirundung kecemasan. Pasalnya, hingga 23 hari berselang, tim dokter forensik belum menyampaikan hasil dari proses ekshumasi tersebut.

Imam Hidayat, kuasa hukum Devi Athok mengakui kliennya menunggu dengan cemas hasil dari autopsi yang dilakukan oleh tim dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur yang diketuai oleh Nabil Bahasuan tersebut.

"Belum ada (hasilnya), saat komunikasi itu sama dokter itu 4 atau 5 hari pasca autopsi. Setelah itu belum ada komunikasi lagi, nanti kalau senggang saya tanya perkembangannya," kata Imam Hidayat, dikonfirmasi MPI, Senin(28/11/2022).

Saat itu, kata Imam, dia memastikan pelaksanaan autopsi benar-benar dilakukan oleh tim independen tanpa diintervensi pihak kepolisian. Menurut dia, ketua tim autopsi Nabil Bahasuan pun memastikan akan objektif.

"Dia ngomong kita ini tim independen dokter forensiknya. Minta doanya, supaya hasilnya sesuai harapan kita semua, mohon sabar ditunggu," ucapnya.

Imam menyampaikan, ayah kedua korban was-was apabila hasil autopsi menyatakan kedua putrinya bukan meninggal karena gas air mata. Sebab, pihak keluarga korban harus kembali memutar otak untuk mencari pembuktian atas penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan.

"Dia bertanya-tanya gimana hasilnya kok lama sekali, tentu ada kekhawatiran juga, sama dengan tim hukum juga deg-degan menunggu hasil autopsi, semua menunggu," tuturnya.

Sebelumnya, Autopsi terhadap dua korban tewas Tragedi Kanjuruhan, NDR (16) dan NDA (14), rampung digelar, Sabtu (5/11/2022). Tim dokter forensik dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Jawa Timur membawa sejumlah sampel yang diperlukan untuk proses selanjutnya.

Editor : Rizky Agustian

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJatim di Google News

Bagikan Artikel: