2 Nelayan Hilang Digulung Ombak di Tulungagung, 1 Tewas dan Lainnya dalam Pencarian

Antara ยท Senin, 15 Juni 2020 - 19:11:00 WIB
2 Nelayan Hilang Digulung Ombak di Tulungagung, 1 Tewas dan Lainnya dalam Pencarian
Ilustrasi tenggelam. (Foto: Istimewa)

TULUNGAGUNG, iNews.id - Proses pencarian pemancing yang hilang digulung ombak di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) dimulai Senin (15/6/2020). Tim gabungan yang terdiri atas Badan SAR Nasional dan jajaran pos pantau Angkatan Laut di Pantai Popoh mulai menyisir pantai.

Kepala Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan satu regu saat ini diterjunkan untuk menyisir perairan dan pantai-pantai sekitar Pelabuhan Popoh. Fokus penyisiran diarahkan ke barat, mengikuti arah angin dan arus laut yang berhembus dari arah tenggara menuju barat laut.

"Pencarian difokuskan ke barat mengikuti arah angin dan arus laut," kata Yoni, Senin (15/6/2020).

Cuaca sempat tak bersahabat saat pencarian akan dimulai. Angin bertiup kencang dan ombak tinggi. Namun selanjutnya cuaca cerah, sehingga regu Basarnas bisa memulai upaya pencarian menggunakan perahu nelayan dan perahu karet.

Sementara itu, Komandan Pos Pantau TNI AL di Pelabuhan Popoh, Peltu Mochamad Iswahyudi mengatakan, sampai saat ini baru satu dari total tiga korban laporan tenggelam di Perairan Popoh yang ditemukan.

"Kemarin hari Minggu (14/6/2020) satu jenazah nelayan pemancing ditemukan nelayan di sekitar Pantai Popoh. Laporan yang kami terima, ada pemancing yang hilang tenggelam. Satu ditemukan, jadi satu masih pencarian," kata Peltu Iswahyudi.

Dua nelayan pemancing asal Lumbang Pasuruan dan warga asli Besole, Tulungagung itu sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (13/6/2020) sekitar pukul 15.20 WIB. Kapal sulawesian keduanya dilaporkan bergerak ke tengah Perairan Popoh.

Namun, karena sampai pada Minggu (14/6/2020) tidak kembali, tetangga korban atas nama Sukri melaporkan ke posmat TNI AL Popoh pukul 11.30 WIB. Diduga, kapal korban pecah dihantam ombak karena cuaca yang tidak bersahabat.

Sore harinya, sekitar pukul 16.15 WIB korban atas nama Abdul Wahid ditemukan nelayan di sekitar dekat perairan Prigi dengan kondisi sudah meninggal. Sementara untuk korban nelayan atas nama Yopi, sampai saat ini masih dalam pencarian.
 
Selain insiden yang menimpa kedua pemancing (Yopi dan Abdul Wahid), insiden kecelakaan di tengah laut juga terjadi dua pekan sebelumnya pada 25 Mei di sekitar perairan yang sama.

Insiden itu dialami nelayan andon, seorang pendatang asal Semarang bernama Agus Purwanto (43). Saat kejadian, sekitar pukul 08.30 WIB, yang bersangkutan beraktivitas merapikan jaring dengan posisi di pinggir lambung kanan geladak utama. Saat itu dalam proses menunggu antrean untuk proses pemindahan ikan tangkapan dari geladak ke palka belakang.

Kapal dalam posisi berjalan dan korban jongkok di pinggir kapal membelakangi laut. Nahas, karena Agus fokus menata jaring ikan, dari arah belakang datang ombak besar yang langsung menghantam perahu model sulawesian yang dia tumpangi.

Korban tersebut lalu jatuh ke laut. Selain itu korban juga diduga tidak begitu mahir berenang.

Saat ABK melempar gabus pelampung, korban tersebut tidak bisa meraihnya. Nakhoda kapal akhirnya mengurangi kecepatan memutar balik kapal untuk mendekati korban.

ABK yang lain berjumlah tiga orang bersiap memberikan pertolongan dengan perlengkapan pelampung. Namun korban tersebut tidak terlihat di permukaan.

Nakhoda lalu memerintahkan yang lain untuk melakukan pencarian di laut. Korban Agus hingga ini belum diketemukan.


Editor : Umaya Khusniah