Sesungguhnya warung nasi pecel ini sudah berjalan empat tahun. Namun ketika itu, orangtuanya yang berjualan. Cikal kini memutuskan untuk membantu menjalankan bisnis makanan ini.
“Ini usaha orang tua, saya cuma membantu aja,” tutur Cikal, pekan lalu.
Dia menuturkan, berjualan nasi pecel sengaja dilakukan malam hari karena faktor tempat. Saat ini warung nasi pecelnya masih di ‘nebeng’ di emperan pertokoan yang baru tutup malam hari. Begitu toko tutup, dia membuka dagangan.
Cikal tahu dirinya kini menjadi perbincangan luas warganet. Dirinya bersyukur dan berterima kasih kepada orang yang mengapresiasinya. Kendati demikian, dia menegaskan warung nasi pecel itu dulunya juga sudah laris.
“Sebelum saya ikut jaga (berjualan) sudah ramai pembeli. Setelah saya ikut, tambah ramai lagi, ya alhamdulillah,” tuturnya.
Cikal juga mengakui banyak pembeli datang karena penasaran. Berhubung sebagian besar anak-anak muda, tak sedikit dari mereka yang menggodanya. Cikal menganggap sapaan itu sebagai hal lumrah.
“Ya hanya (sebagai) candaan, bukan sesuatu yang serius,” ucapnya seraya tersenyum.
Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait