Di akun media sosial tersebut, Khofifah mengunggah foto dirinya sedang berdialog dengan warga Jember yang berhak menerima bansos.
Pada unggahan tersebut, Khofifah menulis caption 'Menurut penjelasan ketua RW 08, di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Wates Kabupaten Jember sekitar empat puluh persen warga yang seharusnya berhak terima bansos tidak masuk daftar. Atas dasar informasi inilah saya bersapa. Hal yang sama biasa saya lakukan untuk menyisir unregistered people. Semoga bermanfaat'.
Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam berharap, aksi kedua tokoh perempuan tidak untuk mencari panggung politik untuk Pilpres 2024. Dia pun berprasangka baik bahwa, aksi kedua Risma dan Khofifah merupakan wujud nyata kepedulian pemimpin atas keadaan yang dialami warga.
"Kalau masyarakat menilai aksi Risma dan Khofifah dikaitkan dengan kepentingan politik ya sah-sah saja penilaian itu. Tapi saya mau berprasangka baik saja," katanya.
Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait