Fita, seorang ibu rumah tangga, mengatakan lokasi tersebut menjadi tempat warga sekitar menghabiskan waktu pada sore hari. "Main saja sore-sore sama anak-anak," kata Fita.
Jalan pintas itu dibangun secara swadaya oleh warga sejak sekitar dua pekan lalu. Menurut Suyanto, warga setempat, pembangunan dilakukan untuk membantu anak sekolah dan pekerja yang membutuhkan akses antara kedua wilayah tersebut.
Warga yang melintas tidak dikenai tarif khusus. Mereka hanya diperkenankan memasukkan uang seikhlasnya ke dalam kotak yang disediakan di lokasi.
"Mau ngasih syukur, ya enggak mau enggak papa tapi ada yang toleransi ngasih seribu atau dua ribu," kata Suyanto, salah satu warga sekitar.
Meski membantu memperpendek perjalanan, penggunaan dasar sungai sebagai jalur transportasi perlu memperhatikan keselamatan, terutama jika debit air Brantas kembali meningkat saat hujan atau terjadi pelepasan air dari hulu.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait